Senin, 04 Mei 2015

Tenaga Kerja Indonesia & MEA 2015 5

Oleh Kosmas Lawa Bagho
Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Negeri Malang


2.2.3  Daya Saing Tenaga Kerja & Sosio-Kultural
               Menurut laporan World Economic Forum (WEF) mempublikasikan daya saing global, posisi Indonesia pada posisi 46 pada periode 2011-2012. Daya saing global mencakup 12 pilar yakni institusi, infrastruktur, makroekonomi, kesehatan dan pendidikan dasar, pendidikan tinggi, efisiensi pasar barang, efisiensi pasar tenaga kerja, pasar keuangan, kesiapan teknologi, ukuran pasar, kecanggihan bisnis dan inovasi.
Read more...

Tenaga Kerja Indonesia & MEA 2015 4

Oleh Kosmas Lawa Bagho
Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Negeri Malang


2.1.4  Tantangan MEA atau AEC 2015
               Dalam menghadapi MEA atau AEC 2015, Indonesia masih mempunyai pekerjaan rumah yang harus ditingkatkan agar tetap memiliki daya saing. Pilar sosial-budaya, warga Indonesia belum mengenal ASEAN padahal salah satu kunci sukses adalah kolektivitas sesama Negara ASEAN agar perjuangan membentuk pasar tunggal bisa diraih secara lebih berhasil. Dikuatirkan bahwa Indonesia dengan populasi penduduk terbesar tidak bisa memanfaatkan peluang tetapi justru akan menjadi pasar bagi produk yang sejenis dari Negara ASEAN lainnya.
Read more...

Minggu, 03 Mei 2015

Tenaga Kerja Indonesia & MEA 2015 3

Oleh Kosmas Lawa Bagho
Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Negeri Malang



2.1.2   Dasar Pembentukan Pasar Tunggal ASEAN
               Periode tahun 1997 menjadi cikal bakal kesadaran Negara-negara ASEAN memasuki pasar bebas dengan sejumlah konsekunsinya. Ada sejumlah kesepakatan agar Negara ASEAN bisa menjadi ‘leader’ pasar di tengah arus kompetisi pasar internasional atau pasar global. Kesepakatan visi 2020 tanggal 15 Desember 1997 menjadi cikal bakal perjuangan yang lebih kencang dan menyatu bagi Negara-negara ASEAN dalam menghadapi arus globalisasi dan liberalisasi yang tentu akan sangat berpengaruh baik secara langsung maupun tak langsung terhadap sendi-sendi kehidupan Negara atau bangsa-bangsa di ASEAN.
Read more...

Jumat, 01 Mei 2015

Tenaga Kerja Indonesia & MEA 2015 2

Oleh Kosmas Lawa Bagho
Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Negeri Malang


2.1   MEA atau AEC 2015
2.1.1        2.1.1  Konsep Masyarakat Ekonomi ASEAN
Dunia saat ini dirasakan semakin sempit dan homogen (global village) maka setiap Negara atau kawasan berkompetisi untuk meraih pasar entah sebagai pemimpin pasar atau pengikut pasar. Negara-negara di planet bumi ini tak merasa sendiri dan tidak bisa lagi hidup sendirian dalam sebuah ‘gheto’ atau istilah Thomas Merton penulis spiritual dari Inggris menggunakan istilah Negara atau manusia tidak pernah hidup sendirian bagaikan pulau yang tak berpenghuni. Merton menulisnya dengan judul “No man is island”.
Read more...

Minggu, 26 April 2015

Tenaga Kerja Indonesia & MEA 2015 1

Oleh Kosmas Lawa Bagho
Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Negeri Malang


1    Latar Belakang
Pemerintah Indonesia dengan keyakinan penuh dan kepercayaan diri yang tinggi telah menandatangani resolusi atau kesepakatan perdagangan bebas Negara-negara ASEAN yang lebih dikenal dengan sebutan “MEA 2015” atau Masyarakat Ekonomi ASEAN. MEA atau AEC  (ASEAN Economic Community) 2015 akan diterapkan akhir Desember 2015. Pertemuan Mentri Ekonomi ASEAN bulan Agustus 2006 di  Kuala Lumpur, Malaysia bersepakat untuk mengembangkan AEC Blueprint bersama sebagai panduan untuk dijalanakan bersama Negara-negara ASEAN. 

Read more...

Senin, 20 April 2015

Strategi & Implementasi Manajemen Karier, Kinerja dan Retensi Individual pada Puskopdit Flores Mandiri

Oleh Kosmas Lawa Bagho
Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Negeri Malang

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tugas manajemen sumber daya manusia lanjut tentang manajemen karier, kinerja dan retensi individual. Empat tulisan telah diturunkan atau diposting pada blog ini dan ini adalah tulisan terakhir dari serangkaian tulisan dimaksud.

1. Penanaman Nilai-Nilai
         Penanaman nilai-nilai sebagai fondasi gerakan dan perjalanan koperasi kredit anggota Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri adalah aset yang sangat mendasar agar seluruh aktivitas baik pengurus, pengawas, penasihat dan manajemen (manajer dan karyawan) memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan dan perkembangan lembaga pemberdayaan masyarakat akar rumput yang bergerak di bidang simpan-pinjam. Nilai-nilai umum seperti menolong diri sendiri (swadaya), bertanggungjawab secara pribadi, demokrasi, persamaan, keadilan, kesetiakawanan (solidaritas), kejujuran, keterbukaan, tanggungjawab sosial, peduli pada orang lain sementara nilai-nilai khusus seperti melayani dengan hati, antusias/bersemangat, siap, menghargai, ramah, sopan, bersih, sabar, cepat, tepat dalam keseluruhan pelayanan koperasi kredit anggota Puskopdit Flores Mandiri menjadi nilai-nilai fundamental yang diterapkan secara konsisten.

Read more...

Sabtu, 18 April 2015

Praktik Ekspor Impor 4

Oleh Kosmas Lawa Bagho
Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Negeri Malang



3.1 Kesimpulan
Konsep ekspor impor sangat bervariasi dan tidak pernah tuntas apalagi seragam. Hal tersebut sangat bergantung pada kedalaman dan kompetensi para ahli yang mendefenisikannya sesuai latar belakang pengatahuan dan ketrampilan yang dimiliki. Ada yang mendefenisikan ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari pabean Indonesia ke daerah pabean Negara lain. Impor didefenisikan sebagai kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean Indonesia sementara ekspor dan impor merupakan kegiatan perdagangan atau jual-beli baik itu barang maupun jasa yang dilakukan oleh suatu Negara terhadap Negara lain melalui prosedur dan persyaratan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak (Tatik Farida, 2010).
Read more...