Kamis, 09 Mei 2013

Siaran Pers Peresmian TP Kopdit Serviam di Detusoko


Koperasi Kredit Serviam Ende dibentuk pada tanggal 9 Januari 1993 setelah gempa dahsyat 12 Desember 1992 mengguncang Flores dan tak terkecuali Ende. Awal pembentukannya hanya mencakupi guru, dosen dan karyawan Yayasan Nusa Taruni Bhakti Santa Ursula Ende dengan anggota awal 27 orang dan modal awal Rp607.000. Dalam perjalanannya, Koperasi Kredit Serviam terus mengembangkan sayapnya meliputi seluruh masyarakat Kabupaten Ende.
Read more...

Selasa, 23 April 2013

Memahami Perilaku Peserta Pelatihan

Setiap fasilitator baik muda maupun senior kadang menghadapi aneka variasi peserta pelatihan. Ada yang berminat dan memberikan sumbangan positif sehingga membuat fasilitator di atas angin, akan tetapi tak jarang sebagian peserta kadang membuat ulah sehingga menyulitkan atau membuat fasilitator kewalahan dan tidak percaya diri. Akibatnya, materi atau pesan yang ingin disampaikan dalam pelatihan tidak dapat diserap oleh peserta pelatihan.

Dibawah ini 12 cara tips kecil bagaimana fasilitator memahami perilaku peserta dan cara mengatasinya!

Tingkah laku 1:


Berbicara berlebihan

Peserta mau terus berbicara. Orang yang demikian mau “pamer” pengatahuan dan skill yang dimilikinya. Solusi yang bisa ditawarkan, fasilitator memberikan juga kesempatan kepada peserta lain untuk berbicara atau memberikan pendapat.

Tingkah laku 2:

Semangat berargumentasi tinggi

Peserta tersebut mungkin orangnya berkepribadian suka perang dan berkonfrontasi atau mungkin sekedar mau mengolok-olok. Solusi yang bisa ditawarkan, fasilitator menyajikan sesuatu harus didukung dengan grafik pembuktian atau berdasarkan pengalaman nyata.
Tingkah laku 3:

Cepat dan membantu

Orang ini benar-benar tertarik untuk menyumbangkan pemikiran dengan cara yang positif, tetapi membuat orang lain sulit untuk berpartisipasi. Solusi yang bisa ditawarkan, memberikan juga kesempatan kepada peserta lain.
Tingkah laku 4:

Pengelana

Peserta berbicara panjang lebar tanpa memfokuskan diri pada pembahasan atau hal-hal “bukan utama”. Solusi yang bisa ditawarkan, fasilitator senantiasa mengarahkannya untuk kembali ke fokus pembahasan utama.
Tingkah laku 5:

Konflik antara pribadi

Ini terjadi jika dua atau lebih anggota berselisih. Perselisihan demikian bisa memecah peserta dalam kelompok-kelompok kecil (fraksi-fraksi) karena tiap kelompok kecil mencari dukungan dari anggota-anggota lain. Solusi yang ditawarkan, fasilitator mencari jalan tengah yang efektif dan benar sesuai prinsip.

Tingkah laku 6:

Keras kepala

Orang ini semata-mata tidak mau bergerak dari pendapat atau titik pandang tertentu, Ini mungkin berasal dari prasangka yang sudah tertanam lama atau semata-mata karena belum melihat titik pandang Anda. Solusi yang bisa ditawarkan, fasilitator memberikan materi dengan data-data tertulis (dalam bentuk grafik dll) atau pengalaman praksis.
Tingkah laku 7:

Pokok pembicaraan yang salah

Orang ini tidak mengembara, tetapi semata-mata keluar dari landasan. Solusi yang ditawarkan, fasilitator mengarahkannya kembali ke fokus pembahasaan.

Tingkah laku 8:

Percakapan sampingan

Yang ini bisa ada kaitannya atau tidak ada kaitannya dengan topik yang dibahas tetapi menjadi suatu masalah jika mengganggu Anda atau peserta lain. Solusi yang ditawarkan, fasilitator membuat pertanyaan balik pokok materi yang sedang disajikan kepada orang bersangkutan.

Tingkah laku 9:

Kurang Jelas

Orang ini kurang jelas pembicaraannya, karena kemampuannya kurang untuk mengemukakan pandangannya dengan kata-kata yang tepat. Solusi yang ditawarkan, fasilitator membantu memperjelas opini atau pemikirannya melalui pertanyaan klarifikasi.

Tingkah laku 10:

Nyata-nyata salah

Seseorang menyumbang pemikiran yang nyata-nyata tidak benar. Solusi yang bisa ditawarkan, fasilitator memperbaiki pendapatnya yang keliru.
Tingkah laku 11:

Meminta pendapat Anda

Dalam keadaan normal, tidak ada salahnya peserta meminta pendapat pribadi Anda mengenai suatu topik atau masalah. Tetapi menjadi lebih sulit jika Anda merasa orang tersebut semata-mata ingin mentes Anda atau mau menempatkan Anda dalam sorotan. Solusi yang ditawarkan, fasilitator bisa menanyakan balik pendapat atau sikapnya terhadap apa yang sedang ia persoalkan.

Tingkah laku 12:

Tidak mau berbicara

Orang ini biasanya bosan, tidak peduli, takut, merasa tidak aman atau merasa superior dari kelompoknya. Solusi yang bisa ditawarkan, fasilitator membuat dinamika kelompok atau pencairan suasana yang mendorong agar orang bersangkutan menyampaikan pendapat.

****

Read more...

Rabu, 20 Februari 2013

Membuang Ilusi

Oleh Kosmas Lawa Bagho
Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) dan Puskopdit Flores Mandiri telah masuk dalam gelanggang pemberdayaan masyarakat melalui upaya simpan-pinjam untuk bersaing secara sehat dengan lembaga usaha keuangan lain yang kian tumbuh subur di tanah Flores dan Lembata secara khusus Kabupaten Ende, Ngada dan Nagekeo.
Read more...

Minggu, 03 Februari 2013

Menolak Perubahan



Oleh Kosmas Lawa Bagho

Naomi Susan dalam bukunya, “Be Negative = Jadilah Negatif” (2007) pernah menulis, “Anda memiliki kebebasan untuk memilih. Tetapi, mengapa Anda memilih untuk tetap berada dalam keadaan yang sama setiap harinya dan tidak bergerak lebih maju selangkah demi selangkah?”
Sesungguhnya pada titik ini, Naomi sedang berbicara lantang tentang perubahan. Perubahan adalah harga mati bagi setiap orang dalam melakukan usaha apapun di planet bumi ini untuk suatu kehidupan yang lebih bermartabat ke depannya. Kendati demikian, aktivitas perubahan butuh perjuangan, butuh pengorbanan ekstra, sebab setiap kali mendengar kata perubahan, reaksi kebanyakan orang adalah kaget, gelisah, jengkel, marah, memberontak dan menolak. 

Read more...

Jumat, 04 Januari 2013

Geng Waju & Keresahan Masyarakat Kota Bajawa


Romo Daniel Aka, Pr, Ketua Yasukda dan  Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Ende dalam Opini Flores Pos, 10 November 2012 dengan judul “Geng dan Sadisme di Bajawa”, menulis, “Dalam beberapa pekan dan hari-hari terakhir ini suasana kota Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada terasa mencekam dan menakutkan. Isu tentang aktivitas kelompok geng dan orang-orang tertentu yang memanfaatkan isu geng sangat mengganggu keamanan, ketenangan dan kedamaian hidup sehari-hari. Mereka melakukan porno aksi, tindakan seks bebas, mengganggu ketenangan hidup keluarga dan komunitas biara, mencuri uang dan harta orang tua di rumah, pemborosan dengan minum mabuk, kebisingan dengan ngebut-ngebutan di jalan dll”.
Read more...

Rabu, 19 Desember 2012

Pemimpin dan Tipe Kepribadian 2

Disari ulang oleh Kosmas Lawa Bagho

Para pembaca yang budiman. Beberapa waktu lalu, penulis menampilkan tipe-tipe kepribadian pemimpin (manajer) yang diperkenalkan oleh Psikoplog Florence Litteur. Saat ini, penulis berusaha melengkapi pengenalan kepribadian dimaksud agar kita bisa menentukan apa sih tipe yang dominan pada pribadi sendiri maupun para staf atau rekan kerja. Tentu tidak 100% benar namun test ini hanya melihat hal-hal yang dominan agar yang positif kita tingkatkan sementara yang negative kita hindari atau perkurang.
Read more...

Pemimpin dan Kode Etik Bisnis

Oleh Kosmas Lawa Bagho

Tanggal 27 November – 01 Desember 2012 merupakan kesempatan berharga bagi penulis yang bisa mengalami langsung Pelatihan Pengembangan Kompetensi Manajerial (Managerial Comptency Development Program/Training) yang difasilitasi langsung oleh Alex Rudatin, Senior HRD Consultant di aula Pusdiklat Puskopdit Flores Mandiri  bersama dua puluh Sembilan manajer dan kepala bidang atau kepala cabang dari 19 koperasi kredit dan 1 Puskopdit Flores Mandiri.
Read more...