Tampilkan postingan dengan label Stuba Puskopdit BEN 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stuba Puskopdit BEN 3. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Agustus 2010

Guru dan Pegawai Tugas Sampingan, Mengurus CU adalah Tugas Pokok

Mengunjungi Kopdit Waras Bandar Lampung tanggal 9 Mei 2005. Jika melihat perkembangan di kopdit ini, pertumbuhan aset dan anggota sangat spektakuler. Kopdit ini baru berdiri 4 tahun lalu tetapi pertumbuhan anggota sudah menjadi 1,600 orang dan asetnya Rp. 2,9 miliar dengan seorang manajer, 3 karyawan dan 3 kolektor. Pertumbuhan yang cepat karena penerapan micro-finance secara tertib.

Program MFI membutuhkan beberapa syarat yang harus dipenuhi: kolektor, pencatat, SDM kolektor, SDM pencatat dan staf kopdit, analisa pasar, analisa usaha serta pemetaan potensi manusia dan potensi ekonomi, bionding/jaminan bagi para pelaksananya, baik kolektor, pencatat dan staf kopdit.

Pelayanan pinjaman harian atau mingguan dengan suku bunga maksimal 5-6%. Pelayanan pinjaman per paket dan satu paket pinjaman harian sebesar Rp. 150.000 dengan potongan 10.000 (5000 untuk jasa kolektor, 5000 untuk kopdit dan setiap hari anggota mengangsur Rp. 5,000.

Pinjaman mingguan per paket Rp. 1.000.000 dengan bunga 5% dalam tempo dua bulan dan setiap hari mengangsur Rp. 20,000. Dari 5% dibagi 2% untuk provisi dan 3% untuk jasa kolektor. Selesai mengangsur keuangan sebesar Rp. 1.200.000. Dari sini dibagi 125.000 untuk tabungan anggota, 45.000 jasa kolektor dan 30.000 untuk pendapatan kopdit. Calon anggota hanya menyimpan 20.000 sudah bisa mengajukan pinjaman 1 paket disertai jaminan khusus untuk harian.

Keberanian melakuan inovasi. Sesungguhnya mereka cukup berani melakukan inovasi untuk memberantas rentenir yang mencekik masyarakat pedagang dengan pinjaman harian yang suku bunganya cukup tinggi. Kopdit menangkap peluang dengan cara pemberdayaan. Para pedagang kecil mendapat pinjaman sekaligus meningkatkan budaya menabung demi mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Inovasi bentuk semacam inilah yang meningkatkan harkat dan martabat anggota dan masyarakat.

Setelah itu, 28 orang dari Puskopdit Bekatigade Ende-Ngada mengunjungi fungsionaris Kopdit Gentiaras, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Pengrekrutan kolektor. Kolektor yang direkrut bisa orang luar tetapi diutamakan anggota kopdit atau staf kopdit dan bekerja pada sore hari. Yang patut diperhatikan adalah kolektor harus memenuhi berbagai persyaratan psikologis tetapi juga dijamin agar kolektor tidak melarikan uang anggota. Untuk mewujudnyatakan secara lebih berhasil maka bidang pemasaran merupakan sesuatu yang wajib bagi kopdit/puskopdit di sana.

Mereka juga menggunakan notaris dengan biaya ditanggung bersama. Jika ada kredit macet, pengacara yang berurusan dengan si kredit macet itu. Sedangkan fungsionaris tetap menjalankan tugasnya sebagaimana biasa. Lawyer atau pengacara diusahakan orang yang memahami kultur atau budaya gerakan dan tidak memanfaatkan gerakan untuk menambah kocek pribadi.

Dari Lampung, 28 orang tim dari Puskopdit Bekatigade Ende-Ngada mengunjungi Puskopdit di Kalimantan yakni Kopdit Bonaventura Sikawang, Kopdit Pancur Kasih Pontianak, Kopdit Stella Maris Pontianak serta 5 Tempat Pelayanan (TP) sejak tanggal 11-14 Mei 2005.

Kopdit-kopdit dibawah koordinasi puskopditnya secara luar bisa menggerakan masyarakat Dayak untuk mempersiapkan masa depan yang kaya, aman dan nyaman melalui wadah koperasi kredit atau lebih dikenal credit union (CU). Para penggerak, perintis dan fungsionaris CU seolah-olah menghipnotis masyarakat Kalimantan untuk fanatik dengan credit union.

Bahkan para guru dan pegawai sampai tergila-gila untuk mengurus CU ketimbang mereka bekerja sebagai guru atau pegawai. “Guru dan pegawai adalah pekerjaan sampingan, sementara mengurus CU adalah tugas pokokku,” kata Ketua CU Pancur Kasih dalam sebuah hearing dengan tim studi banding dari Puskopdit Bekatigade Ende-Ngada di Siantan, tanggal 13 Mei 2005 (bersambung).

Flores Pos, 6 Juli 2005
Read more...