Senin, 23 Januari 2012

Tips Fasilitator Sukses

Suatu kebahagiaan bagi saya pribadi bisa mengikuti kegiatan Asian CU Forum di Malayasia sejak tanggal 15-21 September 2011. Ada berbagai sharing pengalaman dan workshop yang bisa memberikan motivasi tambahan untuk mengembangkan koperasi kredit di daerah masing-masing secara lebih progresif dan profesional.

Salah satu yang ikut menentukan adalah fasilitator. Kemampuan dan kapabilitas fasilitator terutama dalam memfasilitasi turut mengembangkan koperasi kredit secara fenomenal sesuai prinsip, jati diri dan nilai koperasi kredit/credit union. Demikian beberapa tips yang coba saya terjemahkan secara bebas sebagai bekal tambahan bagi kita para fasilitator koperasi kredit. Selamat membaca dan mencoba!

1.Bagikan para peserta dalam tim/group dan tergantung pada berapa jumlah group. Idealnya 4 kelompok dengan 4-6 peserta.
2.Jangan tempatkan peserta pada tempat yang terlalu rendah sehingga mereka hanya bisa melihat muka anda sendiri.
3.Yakinlah bahwa struktur materi bisa dipahami peserta. Buatlah cerita menarik pada awal, tengah dan akhir sesi. Biarakan peserta mengetahui apa yang akan terjadi dengan program training saat ini.
4.Bersikaplah rileks dan fleksibel serta janganlah membuku atau terpaku hanya pada materi yang telah anda siapkan. Bisa diubah cara dan metode training tergantung pada situasi rill peserta dan sumber daya yang disiapkan. Hanya perlu diingatkan bahwa apabila anda mengubah metode namun tujuan training tetap saja dicapai dengan baik.
5.Jika anda gagal menangkap secara sempurna pertanyaan peserta, itulah kegagalan anda bukan peserta. Tanyakan jawaban yang sama dengan pertanyaan berbeda dan jangan isyaratkan jawaban sesuai keinginan anda, hanya sortir ulang sesuai jawaban anda.
6.Provokasikan jawaban peserta dalam waktu 20-30 detik dan kumpulkan jawaban dari peserta serta beranikan peserta untuk memberikan pikiran atau pendapat.
7.Hindari berbicara yang terlalu banyak, usahakan 3/4 dari materi dimanfaatkan dalam bentuk diskusi kelompok. Tanya, dengar dan tunjuk (guide) lebih berharga dari pada berbicara.
8.Janganlah menyindir atau mencemooh jawaban atau pendapat peserta. Bersikaplah lebih bijak agar peserta merasa diterima dan dihargai untuk secara bebas memberikan pendapat atau pengalaman secara lebih meyakinkan tanpa merasa “down”.
9.Jika anda tidak dapat memberikan jawaban peserta secara memuaskan, tanyakan jawaban pada peserta lain sebab anda fasilitator bukan sumber pengatahuan.
10.Bersikaplah dinamis dan penuh energy, berjalanlah sekeliling ruangan untuk memberikan aura positif bagi semangat belajar para peserta. Tidak boleh duduk pada satu tempat selama pelatihan.
Read more...

Tips Mengatasi Rasa Loyo

Para aktivis koperasi kredit di mana saja berada. Tanpa terasa kita telah memasuki tahun 2012 dengan segudang impian untuk diimplementasikan baik secara pribadi, keluarga dan organisasi, koperasi kredit. Kita berimpian, koperasi kredit kita menjadi yang terbaik di wilayah kita masing-masing, di tingkat Puskopdit, Inkopdit bahkan tingkat Asia. Kita berkomitmen untuk secara tekun dan penuh pengorbanan mewujudkan impian-impian besar itu sembari memperbaiki hal-hal yang belum kita lakukan pada tahun buku 2011.

Kita boleh berkomitmen untuk mewujudkan impian-impian besar namun terkadang impian itu terlampau besar sehingga kita tidak mampu atau belum mampu mewujudkannya. Kadang menghadapi situasi yang demikian, kita merasa putus asa dan loyo. Untuk itu baiklah nasihat sahabat kita patut kita perhatikan dan prkatekkan dalam mengatasi rasa loyo tersebut agar kita menemukan kembali ion-ion positif mewujudkan apa yang kita impikan bersama. Demikian tips yang diberikan sahabat kita Agung Pratapa melalui : www.pembelajar.com sebagai berikut:

1.Terus bangkitkan keinginan untuk mendapatkan sesuatu.
2.Beradalah di sekitar orang-orang yang akan membuat anda bersemangat untuk maju.
3.Jangan berhenti berimajinasi.
4.Hindari pernyataan diri yang akan menurunkan semangat.
5.Terus tanamkan ion-ion positif didalam pikiran kita.
6.Jangan biarkan ion-ion negatif masuk dalam pikiran kita.
7.Bergembiralah kalau ada orang yang sukses.
8.Lakukan sesuatu pada apa yang kita inginkan.
9.Sering-seringlah membaca buku yang membangkitkan semangat.
10.Saat kita sadar bahwa kita sedang tidak semangat, segera bangkit dan kobarkan kembali semangat.

Imagination is the highest kite one can fly (imaginasi adalah layang-layang tertinggi yang mampu diterbangkan manusia).

Read more...

Jumat, 09 Desember 2011

Kopdit Serviam Kupang Studi Banding di Flores

Oleh Frans Obon, Redaktur Pelaksana HU Flores Pos

(Flores Pos, 10 Desember 2011). Meski dari segi kekayaan dan jumlah anggotanya sudah tergolong besar, namun Koperasi Kredit (Kopdit) Serviam Kupang masih melakukan studi banding pada koperasi-koperasi kredit di Flores dibawah Puskopdit Flores Mandiri.

Studi banding di antara kalangan gerakan koperasi kredit ini dipandang sebagai langkah bersama untuk saling memperkaya dan saling belajar karasteristik dari tiap koperasi yang pada akhirnya akan menjadi bahan referensi bagi perbaikan-perbaikan seperlunya pada institusi masing-masing.

Manajer Kopdit Serviam Kupang Benediktus Seran dalam pertemuan dan diskusi di Kopdit Serviam Ende, Jumat (9/12) mengatakan, rombongan Kopdit Serviam Kupang melakukan studi banding di Kopdit Sangosay di Kabupaten Ngada dan Kopdit Serviam di Kabupaten Ende, sekaligus bertemu dengan pimpinan Puskopdit Flores Mandiri.

Kekayaan Kopdit Serviam Kupang yang didirikan tahun 1985 sebesar Rp37 miliar dengan jumlah anggota 5,600 orang. Kepada Flores Pos, Bene Seran mengatakan, kunjungan mereka ke Flores lebih dimaksudkan sebagai media saling belajar dan untuk bisa melihat realitas kemajemukan Nusa Tenggara Timur terutama untuk membandingkan karakteristik gerakan koperasi kredit di Flores dan Timor. Apalagi di kota Kupang, ada keberagaman sehingga penting untuk mempelajari karateristik masyarakat.

Menurut dia, pasti ada perbedaan dan kesamaan dan dari sana aka nada saling membagi pengalaman demi perbaikan gerakan koperasi kredit. Dalam sambutannya dia mengatakan, dalam kunjungan ini tim Kopdit Serviam Kupang akan “mengambil sebanyak mungkin (pengalaman) dan di Kupang akan disaring lagi apa yang perlu dilakukan” dan “ pengalaman dari kunjungan ini akan dijadikan referensi”.

“Itu semua berproses,” katanya. “Kami bawa pulang banyak ole-ole yang bukan ditaruh di tas, melainkan pengalaman kekayaan yang nanti akan berproses untuk melakukan adaptasi seperlunya,” katanya.

Penasihat Kopdit Serviam Ende Darius Ibu menyampaikan terima kasih kepada tim Kopdit Serviam Kupang. Namun Darius bilang, jika membandingkan jumlah kekayaan dan jumlah anggota, mestinya Kopdit Serviam Ende yang menimba pengalaman dari Kopdit Serviam Kupang.

Kekayaan Kopdit Serviam Ende Rp9,9 miliar, non saham Rp3,6 miliar, kredit Rp5,8 miliar dan jumlah anggota 2,035 orang.

Ketua Kopdit Serviam Ende Kosmas Lawa Bagho mengatakan, rombongan Kopdit Serviam Kupang ingin mendapatkan pengalaman dalam hal strategi pengembangan anggota terutama usaha-usaha untuk menjangkau kaum muda, anak-anak dan kelompok perempuan.

Selain itu, rombongan Serviam Kupang mau membagi pengalaman soal pendampingan anggota yang melakukan usaha-usaha produktif, pengembangan sumber daya manusia baik anggota maupun pengurus dan pengawas.

“Kopdit Serviam Ende lahir dari rahim lembaga pendidikan dan gerakan koperasi kredit bukanlah pertama-tama soal uang tapi soal hati. Bagaimana kita bisa mengubah hati dan cara berpikir orang. Kita ingin mengubah pikiran orang bahwa berkoperasi bukan pertama-tama soal meminjam uang melainkan bagaimana menyimpan uang dan menggunakannya untuk tujuan produktif. Melalui koperasi kredit, kelompok kaum muda akan memberikan kontribusi pada gerakan koperasi kredit,” katanya.

Selain itu, kedua belah pihak saling belajar soal pelayanan, pemberian kredit, pendidikan dan pendokumentasian. Pada akhir dialog, Kopdit Serviam Ende memberikan buku kenangan yang diterbitkan Kopdit Serviam Ende berjudul “Kopdit Serviam dan Kemiskinan di Flores” yang diterbitkan tahun 2010 lalu.

Rombongan Kopdit Serviam Kupang juga melakukan studi banding ke gerakan koperasi kredit di Maumere.
Read more...

Puskopdit Manggarai Raya Studi Banding di Ende

Oleh Frans Obon

(Flores Pos, 12 November 2011). Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Manggarai Raya melakukan studi banding ke koperasi-koperasi kredit dibawah Puskopdit Flores Mandiri, selama dua hari, Jumat dan Sabtu (11-12/11) untuk memperkuat gerakan koperasi kredit di tiga kabupaten di Manggarai.

Manajer Puskopdit Manggarai Raya, Inocentius Peni di sela-sela kunjungan ke Kopdit Serviam di Jln Eltari, Jumat (11/11) mengatakan, kunjungan ke Ende dan Boawae ini bertujuan untuk mengetahui mengapa gerakan koperasi kredit di bawah Puskopdit Flores Mandiri begitu maju baik dari segi anggota maupun pertumbuhan kekayaannya.

“Kita ingin mengetahui strategi pengembangan anggota, pertumbuhan asset dan pengelolaan koperasi kredit,” kata Ino. Menurut Ino, gerakan koperasi kredit di Manggarai ingin belajar dari gerakan koperasi kredit di bawah Puskopdit Flores Mandiri terutama mengenai strategi pengembangan anggota, asset dan manajemen. “Tiga hal ini yang mau dipelajari,” katanya.

Selama di Ende, kata Ino, mereka berdiskusi dengan Manajer Puskopdit Flores Mandiri, mengunjungi Kopdit Bahtera dan Kopdit Serviam. Sabtu (12/11) mereka akan mengunjungi Kopdit Boawae. Jumat (11/11) malam mereka akan merumuskan kembali hal-hal yang menjadi komitmen mereka ketika kembali ke Manggarai.

Soal nama Puskopdit Manggarai Raya, Ino mengatakan, pada awalnya nama Puskopdit adalah Puskopdit Manggarai. Tapi setelah Manggarai dibagi menjadi tiga kabupaten, dua kabupaten mekaran menuntut supaya mereka diakomodasi dalam nama Puskopdit sehingga namanya diubah menjadi Puskopdit Manggarai Raya.

Dalam dialog dan sharing pengalaman di Kopdit Serviam, Bendahara Kopdit Serviam Paskalis X. Hurint dan Magdalena Bhiju Boro dari Badan Pengawas Kopdit Serviam memberikan penjelasan soal strategi pengembangan koperasi kredit. Mulai dari soal manajemen, kepemimpinan, pendidikan, studi banding dan perekrutan anggota serta bagaimana menghadapi persaingan antar koperasi.

Dikatakan, kunci utama keberhasilan dalam gerakan koperasi kredit adalah adanya pemisahan pengurus dan manajemen, pembagian tugas yang jelas, kepemimpinan kolegial dan moralitas seperti kejujuran, komitmen dan kerja keras.
Read more...

Senin, 05 Desember 2011

Tips 100 Cara Menabung

Disarikan oleh Kosmas Lawa Bagho dari bahan financial literacy Drs, Munaldus, M.A

Usia kehidupanku sudah mencapai 44 tahun dan sudah malang melintang dalam dunia kerja nyata selama 14 tahun sejak Mei 1997. Tidak tanggung-tanggung, aku juga mengabdi diri pada lembaga pemberdayaan masyarakat akar rumput, koperasi kredit/credit union yang berbasiskan pendidikan, swadaya (kemandirian) dan solidaritas.

Lembaga koperasi kredit sangt berperan mengubah mindset dan perilakuku pribadi terhadap perencanaan keuangan pribadi dan masyarakat yang diabdi. Kebebasan finansial bahasa kerennya yang dimulai dari tahap demi tahap dengan cara menabung agar tidak mengalami kesulitan keuangan meski suatu saat tidak bekerja lagi secara aktif.

Pertanyaan reflektif muncul di dalam hati kecilku, "Apakah aku sudah sukses menerapkannya dalam tindakan nyata?" Memang mudah diucapkan tetapi susah diterapkan. Aku masih mengalami kesulitan dengan berbagai alasan pembenaran diri.

Cara-cara menabung yang baik baru saya temukan atau segarkan kembali dan menjadi obat motivasi tambahan dalam usaha keras menabung yang produktif pada saat pelatihan financial literacy di aula pusdiklat Puskopdit Flores Mandiri tanggal 20-21 Oktober 2011. Demikian beberapa tips menabung yang cerdas untuk membangun tugu monas kehidupan keuangan pribadi dan keluarga saat ini dan masa depan:

1.Belanja jangan lebih besar pasak dari pada tiang
2.Carilah penghasilan tambahan
3.Gaya hidup sederhana
4.Terapkan Anggaran Belanja Keluarga secara sungguh-sungguh
5.Jangan menggunakan Kartu Kredit
6.Belanja jangan pakai mata, tetapi pakai rencana
7.Hematlah menggunakan pulsa hp, maksimalkan sms
8.Belanja barang dengan membandingkan harga di tempat lain
9.Belanja dengan cara menawar
10.Jangan belanja barang hanya semata-mata karena ada penjualan besar-besaran atau cuci gudang
11.Jangan membeli barang yang tidak berkualitas
12.Membeli barang pada saat harga turun
13.Jika anda bisa mencapai target tabungan yang sudah anda tetapkan, hadiahi diri anda, misalnya dengan membawa keluarga makan mie tiaw/bakso di luar
14.Jangan mengkonsumsi makanan sesuka hati anda
15.Lakukan sebanyak mungkin kegiatan di rumah
16.Tabungan paling tidak 10% dari pendapatan yang anda peroleh
17.Tetapkan taget menabung tiap bulan, misalnya Rp 500.000,- tiap bulan. Jangan melanggarnya
18.Menyimpan uang di rumah hanya secukupnya saja, yang lain disimpan di CU
19.Terus asah kemampuan dan ketrampilan anda
20.Gunakan waktu luang anda untuk hal-hal yang berguna. Jangan suka bermalas-malasan
21.Kembangkan hobi anda. Kelak hobi andapun bisa menghasilkan uang
22.Berhentilah merokok (jangan merokok)
23.Jangan berpoya-poya
24.Hindari hiburan yang tidak sehat (minuman keras, ke kafe, ke diskotik, begadang, pesta pora)
25.Berdietlah dan kurangi berat badan anda
26.Tingkatkan semangat membaca supaya pola pikir anda berkembang
27.Jangan bersaing dengan tetangga atau orang lain
28.Jangan membanding-bandingkan diri anda dengan orang lain. Anda adalah anda.
29.Jual mobil anda jika hanya menambah beban keuangan anda
30.Belilah asuransi kesehatan sebelum anda menggunakannya
31.Masuklah jadi anggota CU sebelum anda memerlukannya
32.Angsurlah pinjaman anda tepat waktu dan tepat jumlah
33.Jangan menggunakan TV lebih dari satu
34.Belanjalah pakaian anda di tempat yang murah meriah
35.Antar-jemput anak sekolah cukup dengan sepeda motor saja
36.Belilah perabot rumah tangga secukupnya dan jangan yang mahal-mahal
37.Cat ulang meja kursi tamu anda daripada harus membeli yang baru
38.Bawalah bekal ketika anda pergi bekerja, daripada harus makan di warung/restoran
39.Daripada berlangganan surat kabar, lebih baik pergi ke perpustakaan dan membacanya di sana, atau membeli surat kabar bekas
40.Jangan kecanduan minuman kaleng, buat sendiri jus atau teh es
41.Jangan membeli buku yang mahal-mahal, pergilah ke perpustakaan
42.Tidak perlu meng-krimbat rambut anda, tetapi cukup sampo sendiri di rumah
43.Kendalikan kebiasaan mengemil
44.Berolahragalah secara teratur dan jaga pola makan anda
45.Sikat dan rawatlah gigi anda secara teratur, daripada tergantung kepada dokter gigi
46.Service-lah kendaraan anda secara teratur, supaya jangan sampai terjadi kerusakan berat
47.Rajin-rajinlah mencuci pakaian anda, daripada cepat rusak dan anda harus membeli yang baru
48.Jangan menggunakan perhiasan berlebihan
49.Tampilan rambut harus tetap sederhana
50.Menggunakan kendaraan roda dua pakailah helm standar dan titipkan di tempat yang aman
51.Pergi menyetir gunakan sabuk pengaman
52.Jangan mengendarai kendaraan anda ugal-ugalan
53.Jika sakit pergilah ke dokter, jangan menggunakan obat sembarangan
54.Jangan makan ikan dari hasil tuba potas atau tuba kimia yang membahayakan
55.Jangan suka keluyuran malam
56.Kendalikan uang saku anak
57.Hindari sering-sering makan di luar, sukai hidangan buatan sendiri di rumah
58.Konsumsilah minuman air mineral biasa atau bersih yang dimasak di rumah
59.Kendalikan belanja mainan anak
60.Bepergian ke luar kota sendirian jangan menggunakan kendaraan pribadi, naiklah bis
61.Hindari pergi ke acara keramaian di kampung seperti karaoke tempel, gang gong, ganjur, dan sejenisnya
62.Jauhi perjudian bola
63.Nonton tv jangan terlalu larut malam
64.Setialah kepada pasangan anda
65.Jangan mudah menyerah
66.Sabar
67.Jangan menunda menabung
68.Memberi kolekte setiap minggu dengan jumlah yang pantas
69.Tulis semua pemasukan dan pengeluaran anda setiap hari secara disiplin
70.Menanam karet sebanyak mungkin
71.Kilokan barang-barang bekas anda dan jualah
72.Cuci sendiri kendaraan anda daripada harus ke tempat pencucian
73.Jangan menggunakan hp lebih dari satu
74.Jangan menggunakan merek hp yang mahal-mahal
75.Beli perabot rumah tangga yang sederhana
76.Beli genset secara kongsi
77.Jangan mudah menjual lahan
78.Rawat kaplingan sawit yang sudah dikonversi, jangan dijual
79.Jangan menebang pohon durian untuk membuat mebel
80.Kendalikan pengeluaran anak sekolah/mahasiswa
81.Cari beasiswa untuk anak sekolah
82.Kuliah sambil kerja atau kerja sambil kuliah
83.Cari bapak/ibu angkat
84.Cari teman sebanyak mungkin
85.Jauhi ngerumpi
86.Jauhi arisan tembak
87.Jauhi rentenir
88.Cari sewa rumah di tempat yang terpencil
89.Sewakan kamar di rumah anda
90.Pelihara anjing untuk keamanan rumah
91.Memancing ikan di sungai daripada membeli ikan di pasar ikan
92.Memetik sayuran di hutan daripada beli di pasar
93.Berladanglah daripada semua harus membeli
94.Jual karet ketika harga naik
95.Tingkatkan saldo rekening tabungan darurat
96.Hindari meminjam di banyak CU
97.Hindari kesenangan meminjam barang tetangga
98.Hormati ayah dan ibu anda
99.Untuk mengurangi ruangan yang panas pakai kipas angin saja
100.Pakai tikar buatan sendiri, daripada pakai karpet
Read more...

Minggu, 27 November 2011

Kaum Muda dalam Gerakan Koperasi Kredit

Oleh Maria Eufemia Bunga
Anggota Kelompok Menulis Kopdit Serviam Ende

Gerakan Koperasi Kredit di Indonesia termasuk di Flores sudah memasuki usia 40 tahun. Dalam kurun waktu 40 tahun itu gerakan Koperasi Kredit mengalami jatuh dan bangun. Tetapi oleh pembaharuan yang terus menerus, komitmen dan kerja para penggiat koperasi kredit, maka sampai saat ini sudah 60-ribuan orang telah bergabung dengan gerakan Koperasi Kredit. Pertumbuhan aset (kekayaan) juga meningkat tiap tahun dan sekarang kekayaan koperasi kredit di bawah Pusat Koperasi Kredit Flores Mandiri mencapai ratusan miliar.

Namun kalau dilihat dari komposisi anggota koperasi kredit, telah terjadi ketimpangan dalam jumlah anggota kaum muda. Jumlah anggota dari kaum muda (usia sekitar 25-40 tahun) hanya berkisar 35 persen lebih, yang berarti jauh dibawah jumlah anggota yang berusia di atas 40 tahun. Ini berarti gerakan koperasi kredit di Flores telah kehilangan kelompok potensial yang sering disebut sebagai lokomotif gerakan perubahan. Padahal peranan kaum muda di dalam pembangunan bangsa sebagai kelompok produktif sangat besar. Dengan kata lain peranan kelompok kaum muda dalam komposisi penduduk Indonesia sangat potensial untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Jika kita lihat dalam konteks gerakan kemerdekaan Indonesia, sejak 1928 peranan kaum muda sebagai pelopor pembangunan dan lokomotif perubahan sangat vital. Ikarar kaum muda untuk satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa telah menjadi titik pangkal kesadaran baru dalam gerakan kemerdekaan Indonesia.

Di dalam konteks yang sangat vital itu, dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober, tujuan artikel ini adalah mau menggugah kaum muda untuk menjadi anggota koperasi kredit sebagai lembaga keuangan alternative untuk merencanakan masa depan mereka dan menjadi sumber pembiayaan bagi kegiatan-kegiatan produktivitas ekonomi di masa depan. Dengan masuk menjadi anggota koperasi kredit berarti kaum muda menyimpan uang (saving) dan meminjam uang untuk tujuan produktif. Saving di koperasi kredit berarti kaum muda mau merencanakan masa depannya dan meminjam uang dari koperasi kredit untuk tujuan ekonomi produktif merupakan salah satu langkah penciptaan lapangan kerja bagi diri sendiri.

Dengan demikian gerakan koperasi kredit tidak saja menjadi lembaga keuangan alternatif, tempat di mana seseorang bisa menabung dan meminjam, melainkan sebagai tempat terjadinya transformasi cara berpikir.

Fenomena Empirik
Jika kita lihat dari pola hidup kaum muda saat ini, tawaran produk-produk teknologi telah membuat kaum muda sebagai pemakai yang konsumtif. Pola konsumtif itu lebih dipengarahui oleh prestise yang dalam bahasa anak muda sekarang hanya karena “gengsi gede-gedean”. Penggunaan handphone (HP) yang tidak terkendali, misalnya, telah menyebabkan sebagian besar uang anak muda dihabiskan untuk membeli voucher.

Tawaran-tawaran pola konsumsi global itu telah memerosotkan nilai, penghargaan terhadap hal-hal religious dan kemerosotan nilai-nilai moral. Dampak negatif lainnya adalah pola pikir dan pola perilaku kaum muda berubah. Egoime dan invidualisme sangat menonjol.
Pola konsumtif itu menyebabkan kaum muda tidak merencanakan masa depannya dengan lebih baik. Banyak uang dihabiskan untuk konsumsi sesaat dan tidak dipakai untuk tujuan produktif. Karena itu tidak mengherankan bahwa kaum muda kehilangan momentum menggunakan usia produktifnya untuk menghasilkan ekonomi produktif.

Karena kaum muda tidak memiliki saving untuk masa depan mereka maka tidak mengherankan bila di masa depan, mereka tidak dapat berbuat banyak. Mereka tidak bisa menciptakan lapangan kerja bagi diri mereka sendiri.

Peran Koperasi
Pertanyaan yang hendak kita jawab adalah apa yang bisa dilakukan oleh gerakan koperasi kredit untuk menolong kaum muda agar mereka bisa merencanakan masa depannya dengan lebih baik dan agar kaum muda bisa berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi sebagai semboyan dari Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Pertama, koperasi mengajarkan agar seseorang merencanakan masa depannya secara teratur. Gerakan koperasi kredit mengajarkan anggotanya untuk menyimpan secara teratur, meminjam dengan bijaksana dan mengembalikan kredit dengan teratur.

Seorang motivator asal Bali pernah mengatakan “Jika anda lunak terhadap hidup Anda maka hidup Anda akan menjadi keras, sebaliknya jika Anda keras terhadap hidup Anda maka hidup Anda akan lunak”.

Pesan ini mau mengatakan kepada kita bahwa jika kita memenej hidup kita dengan baik, menabung sedikit demi sedikit dari penghasilan yang kita dapat, niscaya kita akan dapat dengan leluasa mengatur hidup kita dengan lebih muda. Karena hanya dengan cara ini kaum muda tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain, tetapi di tangannya sendiri. Tidak ada orang lain yang bisa merubah nasib kita sendiri selain adanya kesadaran dan kemauan dari diri sendiri untuk merubah masa depan.

Untuk sampai pada sasaran ini, peranan orang tua menjadi penting dalam membimbing dan menuntun langkah kaum muda dalam menggunakan pendapatan dengan lebih bijaksana. Sebab melalui aktivitas menabung, kaum muda mampu merencanakan masa depannya dengan lebih baik. Seperti kata pepatah, “ sedia payung sebelum hujan”.

Kedua, gerakan koperasi kredit dalam menarik kaum muda untuk menjadi anggota koperasi perlu menggunakan pendekatan kategorial. Ini tidak lain adalah gerakan koperasi kredit perlu mendekati kelompok kategorial dan menggugah kesadaran mereka agar merencanakan masa depan mereka melalui koperasi kredit.

Mendekatkan diri dengan kaum muda seturut semangat dan jiwa kaum muda adalah jalan terbaik untuk menarik perhatian kaum muda, mengguggah kesadarannya bahwa mereka sendiri yang bertanggungjawab atas masa depan mereka. Bahwa perubahan perilaku di dalam kaum muda akan berdampak positif bagi kemajuan masyarakat. Dengan kata lain proses transformasi nilai-nilai seperti komitmen, bertanggungjawab dan mandiri dilakukan oleh kaum muda sendiri dengan pendekatan kategorial.

Ketiga, Kopdit goes to school/ campus. Gerakan koperasi kredit perlu mengkampanyekan apa keuntungan menjadi anggota koperasi kredit di sekolah-sekolah. Karena sekolah adalah lembaga sosial di mana transfer nilai, pengatahuan dan perubahan perilaku terjadi. Dengan demikian sekolah menjadi tempat yang tepat agar terjadi perubahan dan transformasi nilai dalam diri kaum muda. Karena itu koperasi kredit mesti dari sekolah ke sekolah atau dari kampus ke kampus dan mulai merencanakan keuangannya dengan baik demi masa depan mereka sendiri.

Keempat, para pegiat koperasi kredit dapat menceritakan kembali kisah-kisah sukses orang-orang yang pernah mendapatkan pinjaman dari koperasi untuk mengembangkan usaha-usaha produktif ekonomis. Dengan kisah-kisah sukses ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada kaum muda.

Kesimpulan
Beberapa pendekatan yang telah disebutkan di atas diyakini bisa menarik minat kaum muda untuk menjadi anggota koperasi. Menjadi anggota koperasi tentu bukanlah tujuan utama dari usaha terrsebut, melainkan menjadikan koperasi sebagai lembaga keuangan alternative agar kaum muda merencanakan hidupnya lebih baik dan mendapatkan pembiayaan bagi kegiatan ekonomi produktif mereka. Dengan demikian kaum muda dapat menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri. Kemandirian dalam menciptakan lapangan kerja jauh lebih baik mendesak sifatnya dan lebih relevan pesannya ketika kita merayakan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Read more...

Selasa, 25 Oktober 2011

Kopdit Serviam Bentuk Kelompok Menulis

Oleh Frans Obon, Redaktur Pelaksana Flores Pos

(Flores Pos, 26 Oktober 2011). Koperasi Kredit (Kopdit) Serviam membuat satu terobosan membentuk kelompok menulis dengan nama Kelompok Menulis Koperasi Kredit Serviam. Pelatihan menulis opini dan feature dilakukan selama dua hari, Sabtu dan Minggu (22-23/10) bertempat di kantor Kopdit Serviam di Jln Eltari Ende.

Ketua Kopdit Serviam Kosmas Lawa Bagho mengatakan pada acara pembukaan, sabtu, kelompok menulis Kopdit Serviam ini bertujuan melatih para anggota koperasi kredit untuk bisa menuangkan gagasan dan menyumbangkan pemikirannya bagi kemajuan gerakan koperasi kredit di Flores dan menulis berbagai isu lainnya di Flores.

Kelompok menulis ini, kata Kosmas, dimaksudkan pula untuk membudayakan menulis daripada berbicara. "Kita suka dengan budaya lisan daripada budaya menulis," katanya.

Menulis yang baik membutuhkan komitmen, disiplin, ketekunan, sebab "menulis yang baik merupakan buah dari latihan yang terus menerus".

Dia mengingatkan peserta pelatihan agar "jangan takut terhadap kritikan dari orang lain tetntang tulisan kita, sebab saat kita takut dikritik saat itu juga kita berhenti menulis".

Tema-teman yang digarap adalah mengenai gerakan koperasi kredit, generasi muda dan perempuan. Menurut dia, dari komposisi anggota koperasi kredit, jumlah orang muda dan kaum perempuan masih tergolong sedikit. Padahal kelompok muda dan perempuan adalah kelompok strategis dan kelompok potensial di dalam masyarakat.

Magdalena Bhiju Boro, peserta pelatihan yang juga guru SMPK Santa Ursula Ende, mengatakan, pelatihan dan pembentukan kelompok menulis ini sangat bagus. "Kegiatan dua hari ini menunjukkan bahwa Kopdit Serviam selalu punya gebrakan-gebrakan baru. Diharapkan kelompok menulis ini terus berlanjut," katanya.

Maria Eufemia Bunga peserta lainnya, mengatakan, kegiatan menulis ini merupakan proses pembelajaran untuk mengasah kemampuan menulis.

Yohanes Satu, guru SMPK Santa Ursula, mengatakan, kegiatan tersebut memiliki nilai plus, menambah wawasan dan ajang bagi ketrampilan menulis.

Matinianus Pegu menyampaikan terima kasih kepada Kopdit Serviam yang merencanakan gebrakan baru bagi kemajuan para anggotanya. "Momen ini sangat baik karena kita bisa berusaha untuk bisa melihat kemampuan menulis," katanya.

Theodorus Yankiter Jawa mengatakan, kegiatan ini menunjukkan bahwa gerakan koperasi kredit amat peduli dengan pengembangan sumber daya manusia anggotanya. Dia menilai dengan kegiatan dan pembentukan kelompok menulis seperti ini menunjukkan bahwa gerakan koperasi kredit tidak hanya mengumpulkan uang, tetapi juga mengembangkan potensi dalam diri anggota.

Jawa berikrar pada Minggu bahwa dia akan mendaftarkan diri menjadi anggota Kopdit Serviam.
Read more...