Oleh Kosmas Lawa Bagho Meski Cuma surat balasan dari Sekretaris Desk Opini Kompas tentang tidak memenuhinya kriteria sehingga tulisan penulis belum dimuat namun kebanggaan penulis sungguh luar biasa. Oleh karena itu, penulis menurunkan kembali tulisan itu yang penulis anggap sebagai “Surat Wasiat dari Kompas”. Demikian tulisan selengkapnya yang selalu mengibarkan motivasi penulis untuk terus menulis dengan impian suatu saat nanti entah kapan bahwa tulisan penulis bisa nampang pada halaman opini Kompas hahaha (berimpian khan boleh ya!). Jumat 15 Juli 2011 dari opini@kompas.co.id Yth. Sdr Kosmas Lawa Bagho Di Tempat Disertai salam dan hormat, Kami memberitahukan bahwa tanggal 11 Juli 2011 Redaksi Kompas telah menerima ARTIKEL Anda yang berjudul “Koperasi Kredit, Pemberdayaan Yang Memandirikan”. Terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan yang Anda berikan kepada Kompas. Setelah membaca dan mempelajari substansi yang diuraikan didalamnya, akhirnya kami menilai ARTIKEL tersebut tidak dapat dimuat di harian Kompas, V kesulitan mendapatkan tempat. Harapan kami, Anda masih bersedia menulis lagi untuk melayani masyarakat melalui Kompas, dengan topik dan tema tulisan yang aktual dan relevan dengan persoalan dalam masyarakat, disajikan lebih menarik. Untuk kelengkapan adminstrasi, bila mengirimkan tulisan mohon disertakan pas foto. Terima kasih. Jakarta 15 Juli 2011 Hormat kami Sekretariat Desk Opini CATATAN: Criteria umum untuk ARTIKEL Kompas: 1.Asli, bukan plagiasi, bukan saduran, bukan terjemahan, bukan sekedar kompilasi, bukan rangkuman pendapat/buku orang lain. 2.Belum pernah dimuat di media atau penerbitan lain termasuk Blog, dan juga tidak dikirim bersamaan ke media atau penerbitan lain. 3.Topik yang diuraikan atau dibahas adalah sesuatu yang actual, relevan dan menjadi persoalan masyarakat. 4.Substansi yang dibahas menyangkut kepentingan umum, bukan kepentingan komunitas tertentu karena Kompas adalah media umum dan bukan majalah vak atau jurnal dari disiplin tertentu. 5.Artikel mengandung hal baru yang belum pernah dikemukakan penuli lain, baik informasinya, pandangan, pencerahan, pendekatan, saran maupun solusinya. 6.Uraiannya bisa membuka pemahaman atau pemaknaan baru maupun inspirasi atas suatu masalah atau fenomena. 7.Penyajiannya tidak berkepanjangan dan menggunakan bahasa popular/luwes yang mudah ditangkap oleh pembaca yang awam sekalipun. Panjang tulisan 3,5 halaman kuarto spasi ganda atau 700 kata atau 5000 karakter (dengan spasi) ditulis dengan program Words. 8.Artikel tidak boleh ditulis berdua atau lebih. 9.Menyertakan data diri/daftar riwayat hidup singkat (termasuk nomor telepon/HP), nama Bank dan nomor rekening. 10.Alamat e-mail opini@kompas.co.id Tulisan dimaksud dimuat pada HU Flores Pos dan Tabloid Mentik Puskopdit BAG Bali. Read more...
Kamis, 26 April 2012
Kamis, 19 April 2012
Serba-Serbi 3: Pelatihan BIS
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Maaf, mungkin pembaca merasa kurang nyaman, tulisan pelatihan BIS yang cukup panjang namun ini penting bagi siapa saja yang ingin menyelenggarakan pelatihan BIS atau secara pribadi mau mengembangkan usaha. Berikut ini sambungannya 4.Jawaban Kelompok.
a.Kelompok Monyet , Kopdit Serviam: (dalam bentuk powerpoint, tidak ditampilkan disini): dengan format: kategori, area atau jumlah orang, kekurangan/isu-isu kritis, solusi dan prioritas.
b.Kelompok Harimau, Kopdit Kapo Kunu (dalam bentuk powerpoint, tidak ditampilkan disini): dengan format: kategori, area atau jumlah orang, kekurangan/isu-isu kritis, solusi dan prioritas.
c.Kelompok Kucing, Kopdit Bahtera (dalam bentuk powerpoint, tidak ditampilkan disini): dengan format: kategori, area atau jumlah orang, kekurangan/isu-isu kritis, solusi dan prioritas.
5.Fasilitator BIS : mengindentifikasi usaha anggota, bagaimana meneliti usaha yang cocok untuk anggota. Berapa butuh modal, pengeluaran dan pendapatan. Bagaimana mengidentifikasi usaha baru anggota --- bagaimana mekanisme! Jaringan, pendampingan, pemasaran, pembukuan (pelatihan usaha anggota).
6.Analisis Usaha Anggota(Kelompok Harimau : KAKAO), Kelompok Monyet (TERNAK BABI), Kelompok Monyet (Kios). Harapan --- pinjaman produktif menentukan kisaran jumlah pinjaman berdasarkan jenis usaha. Pertanyaan penuntun: Analisa Pasar: ringkasan pasar saat ini, target pasar dan pelanggan dan karakteristik pelanggan, kebuthan dan faktor. Analisa Bisnis: strategi pemasaran dan penjualan (strategi pemasaran, penjualan taktik, periklanan, kehumasan dan promosi), Operasi (personil), Analisa Keuangan (proyeksi arus kas) dan monitoring maupun evaluasi.
7.Presentasi Kelompok. Kelomok Monyet (Ternak Babi): Catatan per hari berapa kilo daging babi yang dikonsumsi, berapa yang dijual per hari, dan dijual ke mana saja, persaingan: anggota dan bukan anggota kopdit, Mbay, Larantuka. Mengapa harga babi di Ende lebih mahal dari Larantuka dan Mbay (permintaan di Ende lebih besar daripada Mbay dan Larantuka, Ende kota pelajara sehingga sedikit orang yang beternak babi, mayoritas masyarakat beragama muslim), harga naik --- bukan taktik yang baik. Kelompok Harimau (Kakao): Kelompok Kucing (Kios) terlampir.
8.Penutup sesi hari ini dengan iringan lagu, fasilitator mengajak peserta tutup mata sambil kembali ke dalam diri masing-masing. “Kita sibuk dengan urusan administrasi keuangan, perkreditan dan kredit macet namun kita kurang melayani dan memperhatikan anggota terutama usaha-usaha anggota. Namun jika tidak ada anggota berarti ktia tidak dapat bekerja dan mendapatkan pendapatan dari kopdit untuk memenuhi kebutuhan hidup kita”. Lalu ditutup dengan video “The Raising Up”
HARI JUMAT, 30 MARET 2012
1.Membuka dengan doa dan tarian Miky.
2.Tampilan orang bersama salib diiringi lagu rohani dalam bahasa Inggris (membantu peserta untuk merefleksikan seluruh proses pelatihan sejak hari pertama) diikuti dengan tampilan karikatur yang menggambarkan orang pesimis (tidak punya visi, misi dan power untuk mengembangkan diri dan usaha) dan orang optimis (memiliki visi, misi dan power untuk mengembangkan diri dan usaha). Siapa yang telah menulis visi kehidupan untuk 5 tahun kemudian (2012-2017)?
3.Bagaimana dengan pengalaman dengan analisa data dan analisa bisnis? Yankiter, Kopdit Bahtera: dua hal ini sangat penting dan urgen dilakukan. Menganalisis maka perlu menggali data secara lebih riil dan detail sehingga analisa bisnis dan saran yang diberikan lebih tepat sasar. Klemens, Kopdit Serviam: ada hal baru bagi saya sebab selama ini saya menganalisis pinjaman produktif kurang memiliki data pendukung, kegiatan ini membantu saya untuk menganalisis secara lebih baik meski saya belum memahami semuanya.
4.Form-form analisis dan investigasi pinjaman: terlampir. Pinjaman produktif harus melihat keuangan keluarga dan keuangan usaha lalu berapa besar pinjaman yang bisa diberikan kepada peminjam bersangkutan. Laporan investigasi calon peminjam. Kita harus gambar atau buat peta di mana tinggal dan di mana usahanya. Pinjaman jumlah besar untuk usaha apakah usaha sendiri atau kelompok dan juga bisnis lain. Kita juga melihat ada pengalaman untuk usaha beda dengan orang yang belum pengalaman melakukan bisnis. Referensi peminjam: umum, tetangga (punya hubungan baik dan yang kurang baik), tetangga. Kita juga melihat catatan karakter (kepolosian, pengadilan), kita juga menanyakan di bank, rekam jejak pinjaman sebelumnya, di mana pengusaha mendatangkan barang2 kios (untuk mengetahui keseriusan pengusaha bersangkutan), melihat pasar, manajemen organisasi (personil, tenaga kerja), jaminan, sumber modal, penggunaan modal, analisa rumah, transportasi, relasi dg bank, komunikasi, supplier dll. Apabila dilakukan secara serius maka akan mengurangi kredit macet. (pengalaman 60 tahun koperasi kredit di Philipina juga 1 tahun 6 bulan mulai diterapkan di Maumere).
5.Penulisan Proposal.
a.Judul.
b.Latar Belakang.
c.Tujuan.
d.Kegiatan dan Jadual.
e.Anggaran.
f.Materi.
g.Peserta.
h.Fasilitator.
i.Waktu dan Tempat.
j.Monitoring dan Evaluasi.
Proposal ini bertujuan agar transparansi, kejujuran. Sebelum pelatihan perlu membuat proposal. Tugas Kelompok: Harimau: Pelatihan pengeringan buah, Monyet: Pelatihan pakan ternak, Kucing: Pelatihan pembukuan.
Proposal : Pelatihan Pembukuan Kios. Biaya yang dikeluarkan harus memikirkan dampak setelah pelatihan. Fasilitator BIS bisa dibuat di tempat usaha anggota untuk memperkecil anggaran. Transport menjadi kontribusi peserta.
6.Promosi dan Pemasaran: mengapa kita pakai ada banyak analisa (matapencaharian, manajemen bisnis, promosi dan pemasaran). Banyak cerita sukses setelah jadi angggota kopdit namun kita kurang menginventarisir.
Observasi : produk sepatu dipromosi oleh pemain terkenal di seluruh dunia. Internet, website, facebook (posting produk-produk anggota dengan lokasi dan harganya). Buat analisa SWOT berbagai produk anggota. Membangun bisnis dengan pikiran membangun kepercayaan terutama kepada pelanggan, komitmen, jejaringan. Alat-alat: kartu nama, brosur produk, website, blog dan sejenisnya, pameran produk, seminar, workshop, salles call, dll.
7.Penutup sesi: peserta diminta duduk melingkar sambil membawa buku dan bolpoint. Peserta diminta untuk melihat diri sendiri: apa kekuatan dan kelemahan! Setiap orang dibagi kertas berbentuk hati lalu masing2 menulis nama dan hal2 positif lalu disharingkan kepada teman (minta tanda tangan). Kita mulai berbicara positif dan berakhir positif.
8.Rencana Tindak Lanjut tidak ditampilkan disini dengan rincian: Kegiatan, tujuan, waktu, anggaran dan penanggungjawab. RTL ini dibuat dalam dua rangkap dan akan direview bersama Puskopdit Flores Mandiri tiap 3 bulan sekali.
9.Peserta Pelatihan BIS: Kopdit Sangosay (3 orang: Siprianus Seka, Kristo Rembo, Valentina A. Nau), Kopdit Boawae (4 orang: Nerius Akalius Loe, Venansius Salali, Elias Pase Siga, Henrikus Soro), Koptama (1 orang: Hubertus Lodo), Sehati (2 orang: Antoni Tlonnen, Eustakeus Neke), Setiawan (2 orang: Mathias Yoseph Djogo, Maria Oliva Oka), Sinar Harapan (1 orang: Thomas Nau), Kenisa (2 orang: Timoteus Prama Jata, Doroteus Dhae Teku), Bahtera (2 orang: Karolus Ben Bale, Theodorus Yankiter Jawa), Serviam (1 orang: Klemens Lae), Sartika (2 orang: Bertholomeus Jeli, Yanto Manggo), Kapokunu (1 orang: Yohanes Edo), Gelaga (1 orang Maria Yasintha Tosi) dan Puskopdt Flores Mandiri (1 orang: Oswaldus Romanus Minggu). Fasilitator: Charlie Venture dan Moris Mungai dan pelancar adalah Kosmas Lawa Bagho dan Michelle Semwogerere.
10.Evaluasi Tertulis:
Materi Pelatihan: umumnya mengatakan sangat bagus, sesuai kebutuhan peserta dan anggota kopdit. Metode Pelatihan: caranya sudah tepat, mohon lebih banyak lagi praktek, diskusi kelompok sangat hidup, Fasilitator: fasiltator siap dengan baik hanya pak Morris mohon lebih siap dan lebih hidup lagi, Sarana Pelatihan: sangat memuaskan, Konsumsi dan Akomodasi: sangat memuaskan hanya snack kadang-kadang kurang pada hari tertentu ( 2 kelompok snack tidak sama waktunya), Usul Saran: roster pelatihan dibagikan kepada peserta, peserta melibatkan juga anggota yang punya usaha, sound system perlu diperhatikan, perlu monitoring dari PFM, BIS hendaknya menjadi prioritas PFM dan kopdit2, Pelatihan jenis ini dilanjutkan!
11.Acara Penutup
Acara penutup diisi dengan pesan kesan mewakiliki peserta oleh Hubertus Lodo (Koptama), Charlie Venture (Fasilitator) dan sambutan penutup sekaligus menutup dan juga memberikan kenang-kenangan kepada Pak Charlie oleh Manajer Puskopdit Flores Mandiri.
Suara Hubertus Lodo: wakil peserta.
Terima kasih kepada Puskopdit Flores Mandiri yang telah memberikan kesempatan kepada kami 23 orang untuk mengalami pelatihan BIS selama 5 hari di sini, kami senang dan bangga bisa mendapatkan kesempatan yang sangat berharga ini, terima kasih kepada Pak Charlie dan Pak Morris sebagai fasilitator kegiatan pelatihan ini yang telah mengtransferkan ilmu pengatahuan dan ketrampilan BIS kepada kami peserta, materi-materi yang disajikan sangat cocok dengan kebutuhan anggota koperasi kredit dalam mengembangkan usaha untuk meminimalisir kredit macet dan meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, terima kasih untuk semua sarana dan fasilitas yang memadai yang boleh kami nikmati selama 5 hari berada di sini, kami mohon agar pelatihan jenis ini dilanjutkan lagi. Kami juga mohon maaf apabila kami selalu merepotkan fasilitator dan Puskopdit Flores Mandiri. Sekian dan terima kasih.
Suara Charlie Venture, fasiltator.
Terima kasih atas permintaan Puskopdit Flores Mandiri kepada saya untuk memfasilitasi pelatihan BIS di sini, awalnya saya tidak pernah tahu tentang usaha anggota koperasi kredit di Flores terutama di Maumere waktu saya datang ke sini dari Pilipina, saya kurang selama 3 bulan tidur dan bangun di koperasi kredit primer (Maumere) dari kampung ke kampung untuk mengamati dan apa yang akan saya lakukan untuk membantu anggota koperasi kredit, ketika koperasi kredit kita sudah stabil makanya kita harus memiliki perhatian kepada anggota dengan cara mewawancarai anggota untuk mengetahui tingkat kemiskinan dan ktia mendampingi mengatasi kemiskinan tersebut, sesungguh ada banyak cerita sukses anggota dalam mengembangkan usaha (Maumere dan juga di Ende, Ngada dan Nagekeo) namun kita kurang mendokumentasikannya. Saya senang dengan peserta kali ini sebab diskusi begitu hangat dan sudah memiliki kemampuan dan pengalaman agak beda sedikit dengan karyawan di Maumere karena di sana belum ada OJT. Kita juga hendaknya mulai memperhatikan pendampingan bagi kaum muda karena mereka ada masa depan kopdit dan kopdit masa depan, dan apabila kita telah tenggelam dalam rutinitas hendaknya ambil waktu untuk melakukan refleksi untuk kepentingan pribadi dan orang lain. Saya juga mohon maaf. Sekian dan terima kasih.
Suara Drs. Mikhael H. Jawa, Manajer Puskopdit Flores Mandiri.
Saya senang dengan kegiatan ini. Terima kasih atas dukungan VSO Indonesia yang telah memberikan kita dua tenaga (pak Charlie dan pak Morris) untuk memfasilitasi kegiatan Pelatihan BIS ini. Pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini dan teman-teman peserta harus melakukan di koperasi kredit masing-masing baru kita lakukan workshop (lokakarya) dan minggu ke-2 April kita akan diundang bersama manajer dalam Rapat Kerja Manajer untuk membuat agenda bersama tentang BIS ini. Berdasarkan pengalaman saya menghadiri RAT di Kopdit Jamu yang sedang sakit berat, saya berkesimpulan bahwa yang membuat kopdit hancur bukan anggota melainkan kita sebagai dapur’ pengelolanya, bagaimana pelepasan pinjaman untuk anggota berusaha tidak macet sehingga membuat kopdit secara lembaga juga sakit berat. Kita berharap pak Charlie bisa bersedia sehingga menambah satu group lagi untuk pelatihan yang sama. Untuk teman-teman peserta, pelatihan ini dianggap sebagai investasi diri untuk terus dikembangkan ke depan! Saya mengatasnamai gerakan untuk memberikan kenang-kenangan kepada pak Charlie dan nanti akan diberikan juga kepada pak Morris. Akhirnya dengan restu Tuhan dan kita semua, mari kita tutup pelatihan BIS sejak tanggal 26-30 Maret 2012 dengan tepuk tangan bersama.
Acara ditutup dengan makan malam dan acara capacity building oleh Charlie Venture yakni permainan menginjak kertas Koran secara berpasangan dari yang terbesar hingga ke Koran terkecil serta permainan joget (menari) secara berpasangan dengan menghubungkan tomat pada dahi kedua peserta atau pun acara spontanitas dari kelompok-kelompok. Sayonara sampai jumpa di lain kesempatan!
Read more...
Serba-Serbi 2
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Kerjasama Puskopdit Flores Mandiri dengan VSO Indonesia
Ende, 26-30 Maret 2012
Senin, 26 Maret 2012
1.ACARA PEMBUKA
a.Manajer Puskopdit Flores Mandiri, Bapak Mikhael H. Jawa
Terima kasih kepada VSO-Indonesia yang telah memberikan 2 tenga (ahli BIS) ditengah kesibukan untuk membagi ketrampilan tentang BIS.
Pelatihan ini mengarahkan dan membantu anggota untuk pinjam usaha. Selama ini berbasis intuisi dan belum berbasis data.
Kita bisa membuat proposal kecil untuk usaha anggota.
Kompetensi petugas lapangan mampu melakukan wawancara atau komunikasi wawancara.
Pembelajaran kita kali ini teori dan praktek lapangan.
Kerja dengan masyarakat --- kerja riil menyiapkan pakan ternak sampai musim kering.
Setelah pelatihan: diharapkan peserta bisa membuat proposal usaha, perencanaan usaha.
Praktek wawancara: 3 kopdit untuk 5 orang usaha berbeda. Kopdit Bahtera, Kopdit Serviam dan Kopdit Kapo Kunu.
b.Charlie Venture, Advisor BIS
Memfasilitasi anggota buat proposal usaha. Kios misalnya kita intervensi pembukuan, analisa pinjaman untuk usaha kios namun banyak yang gagal. Bagaimana pendampingan, apa guna usaha, banyak yang gagal (kita analisis).
Kita juga memperhatikan promosi dan pemasaran hasil usaha anggota. Kadang anggota memiliki hasil usaha yang bagus tetapi mereka sulit menemukan pasar untuk membeli produk yang telah anggota hasilkan. Promosi bisa dibuat melalui pameran bekerjasama dengan pemerintah setempat.
c.Morris Mungai, BSc , Advisor Pendidikan.
Terima kasih untuk kepercayaan untuk hadir di sini diantara peserta calon fasilitator BIS.
Kita coba melakukan teori terutama praktek penyimpanan pakan ternak sampai musin kering. Flores memiliki potensi ternak namun belum ada peningkatan kualitas dan produksi ternak. Kita coba praktekkan besok ( selama 1 hari).
2.PERKENALAN (menggunakan metode musik dan pilihan gambar lalu menjelaskan kepribadian sesuai gambar yang dipilih).
3.HARAPAN & KEKUATIRAN PADA PELATIHAN INI!
HARAPAN
Saya bisa mengetahui potensi ekonomi anggota. Saya bisa menerangkan sistim bisnis kepada anggota. Mendampingi anggota sebelum dan sesudah pinjaman.Saya bisa menjadi fasilitator yang baik untuk menyampaikan ilmu dan ketrampilan BIS kepada anggota agar dapat diaplikasikan dengan baik. Merubah pola pikir yang lebih bermutu guna meningkatkan usaha-usaha anggota. Menjadi fasilitator dengan pengalaman praksis. Meningkatkan nilai kemandirian dalam berwirausaha. Belum mampu memahami BIS dan mempraktekkannya secara memuaskan
Meningkatkan keterampilan saya dalam mendampingi anggota. Dapat mengaplikasikan ilmu bisnis kepada anggota.Bisa menerapkan dan membantu usaha produktif anggota.Bisa mempraktekkan BIS di kopdit kami dan pribadi dan gunakan metode yang mudah dipahami. Materi yang disajikan hendaknya lebih praktis sesuai kondisi riil anggota kami. Saya bisa memahami materi untuk diterapkan kepada anggota. Saya bisa membagi pengatahuan dan ketrampilan bisnis dengan anggota.Menambah pengalaman usaha dan bisa membagi kepada anggota
Menambah pengalaman tentang bisnis. Bisa membantu anggota melahirkan bisnis atau usaha. Belum mampu membuat proposal usaha dan perencanaan bisnis sampai pelatihan selesai. Memperluas wawasan untuk fokus pada pendampingan usaha anggota.Mampu dan terampil membuat proposal usaha dan perencanaan bisnis pribadi dan anggota.Membuka cakrawala untuk membangun usaha anggota. Mampu mencari dan menyeleksi usaha anggota sesuai kebutuhan pasar.Mengubah cara berpikir untuk membangun usaha anggota secara sukses.Fasilitator hendaknya menjelaskan materi BIS sesuai kebutuhan saya sebagai petugas lapangan dan anggota kopdit.Bisa memahami dan tahu lebih mendalam tentang BIS. Saya bisa menjadi fasilitator BIS yang handal, bisa berkomunikasi yang efektif dan mampu mendampingi usaha anggota.Saya mampu membuat proposal usaha, perencanaan usaha dan mendampingi usaha-usaha anggota (pembukuan dan pelatihan). Ada penambahan pengatahuan tentang Bisnis.Saya mampu menjadi motivator dan pendamping usaha anggota.
Mampu membantu usaha anggota dalam meningkatkan kesejahteraannya.Saya bisa buat pakan ternak, bisa buat pupuk kompos, bisa lakukan analisa usaha, menjadi fasilitator usaha. Jadi fasilitator usaha anggota. Materi khusus analisa usaha dalam hubungan dengan pinjaman anggota.
Saya lebih tahu tentang BIS dan bisa praktekan.
KEKUATIRAN:
Tidak mampu menerapkan BIS kepada anggota
Tidak mampu memasarkan hasil usaha anggota
Apakah saya bisa menerapkan di kopdit ?
Tidak memahami materi yang diberikan dan tidak bisa menjadi fasilitator BIS.
Saya tidak mampu mempromosi dan memasarkan hasil usaha anggota
Tidak mampu memahami dan menerapkan BIS.
Lelah, capek karena waktu terbatas.
Materi tidak sesuai kebutuhan usaha riil anggota.
Tidak mampu menyerap materi secara tuntas dalam alokasi waktu yang terbatas.
Tidak mampu menjadi fasilitator BIS yang dapat diandalkan.
Tidak dapat mehami semua materi dalam alokasi waktu yang terbatas.
Saya tidak memahami BIS dan usaha anggota gagal.
Tidak tahu bisnis yang baik dan belum paham cara mendampingi usaha anggota.
Tidak mampu mendampingi usaha anggota setelah pelatihan.
Tidak mampu menerapkan kepada anggota.
Tidak bisa mengimplementasikan materi yang telah didapatkan.
Kopdit tidak kreatif, anggota meninggalkan kopdit.
Tidak mampu memahami dan menerapkan BIS pada kopdit dan anggota.
Tidak mampu menjadi fasilitator BIS yang baik.
4.TUJUAN
a.Pelatihan mata pencaharian. Mendamping pencaharian anggota. Kita melakukan wawancara dengan mata pencaharian anggota sebelum dan setelah pinjaman anggota. Bagaimana monitoring dan evaluasi. Kita harus tahu apakah besarnya pinjaman ditujukan sesuai surat kontrak.
b.Manajemen Bisnis. Kita kurang advis manajemen usaha atau bisnis anggota. Misalnya pinjam untuk kios bagaimana untung dan ruginya. Di suatu tempat sudah ada pengusaha kios namun ada anggota kita lagi ajukan pinjaman untuk kios. Bagaimana kita memberi advis sebelum memberikan pinjaman.
c.Promosi dan Pemasaran. Bagaimana kita membeli kue? Di toko atau kios orang lain. Anggota yang usaha kue kita tidak beli. Bagaimana kita membantu mempromosi dan pemasaran produk-produk anggota. RAT ada sedikit dengan pameran produk anggota.
5.JADUAL
a.Hari 1: Orientasi dan Mata Pencaharian.
b.Hari 2: Praktek Lapangan dan Hasil.
c.Hari 3: Analisa Bisnis dan Penulisan Proposal.
d.Hari 4: Promosi dan Pemasaran.
e.Hari 5: Fasilitator yang Efektif
6.KONTRAK BELAJAR
a.TidaK tidur.
b.Pusing (tidak ada penjelasan, bertanya, semua bisa omong).
c.Menguap. (ada main-main, ice breaking).
d.HP, Komputer. Orang ada di sini, pikiran di kopdit. Bagaimana keluarga, kopdit, pekerjaan.
e.Masuk Kiri – Keluar Kiri, banyak yang lupa, tidak berbicara selama pelatihan.
f.Berbicara di samping tidak berdiskusi dengan teman disamping.
g.Membuat kelompok, semua orang mau berbicara tanpa komando, respek.
h.Monopoli, dominasi dalam kelompok.
i.Berbicara pelan-pelan (jangan keras-keras).
j.Perlu mendengarakan orang yang sudah pengalaman atau baru.
k.Matikan HP.
l.Tidak merokok
m.Disiplin waktu.
n.Tidak kencing dan berak di dalam ruangan pelatihan (hahahaha)
Semua aturan dilakukan dalam bentuk tampilan gambar!
7.ORIENTASI DAN MATA PENCAHARIAN. Peserta dibagi dalam kelompok (dalam bentuk suara binatang, satu suara menjadi satu kelompok). Tiap kelompok ada ketua dan sekretaris (documenter). Tiap kelompok membuat wawancara dengan kepala desa dan stafnya (kelompok kucing), pengurus dan manajemen (kelompok harimau), anggota (kelompok monyet). Presentasi menggunakan metode drama (role playing).
Presentasi:
1.Kelompok Kucing: kunjungan manajer dan staf kepada kepala desa dan staf tentang kemungkinan pengembangan koperasi kredit. latihan staf PL agar bisa mekakukan wawancara. Komentar: Hubertus Lodo: untuk ekspresi sudah bagus tetapi sasaran utama belum terwjud., lebih mengarah kediskusi bukan wawancara. Tidak memberi solusi tetapi kita hanya mengambil informasi, bukan mendapatkan informasi (data yang dibutuhkan) tetapi bersifat sosilisasi, masih ada dominasi, tidak ada catatan, ada perkenalan, ambil dokumen (foto kantor), struktur desa). Kopdit: visi, misi fokus banyak ekonomi. Materi waawancara: sosial ekonomi desa, apa program. Proyek dan jasa (manfaat) bagi masyarakat dari pemeritah, jaringan,potensi desa.
2.Kelompok Harimau: kunjungan staf kementerian koperasi kepada pengurus dan manajemen koperasi kredit Kapo Kunu tentang pengembangan kopdit. Tahun berdiri? Visi dan Misi? Siapa2 pengelola? Mesti ada catatan: apa yang mau ditanyakan disesuaikan dengan kebutuhan data yang ingin kita ambil? Pertanyaan yang sudah ditanyakan tidak boleh ditanyakan lagi nanti berkesan membosankan! Hendaknya ditanyakan strategi pengembangan! Apa dampak kehadiran kopdit bagi masyarakat atau anggota. Berapa macam produk simpanan dan juga produk pinjaman maupun perlindungan asset anggota. Bahasa! Etika! Tidak fokus! Tidak formal. Dramatisasi dan dialog banyak pendobelan dan kelihatan tegang. Pekerjaan anggota! Pinjaman minimal dan maksimal. Berapa minimal simpanan yang boleh pinjam. Materi wawancara: program, proyek dan jasa (manfaat) bagi anggota, jaringan dan potensi anggota.
3.Kelompok Monyet. Dramatisasi dengan anggota koperasi. Anggota melakukan konsultasi pinjaman dan pengurus melakukan survey lapangan. Anggota konsultasi pinjaman untuk usaha ternak ayam dan sudah beberapa kali usaha namun kesulitan modal maka beliau ingin meminjam modal pada koperasi kredit. sudah ada 5 orang lain yang berternak ayam pedaging. Bagaimana pemasaran di mana saja? Perlu dipikirkan karena di lokasi yang sama ada usaha yg sama dengan yang lain. Bagaimana pengalaman usaha bapak selama ini? Ada manis ada pahit juga. Ayam ada resiko penyakit mati semua. Rencana butuh modal berapa? Apakah ada usaha lain selain ternak ayam ada kebun kakao dan isterinya PNS dengan gaji Rp3 juta. Ada 5 orang peternak ayam pedaging namun dari sisi kandangnya Bapak Karel lebih besar. Ada komunikasi melalui hp untuk konfirmasi dengan anggota. Anggota lebih dominan dan menggiring panitia kredit. staf pl belum lengkap dokumen. Nada suara petugas hendaknya lebih lembut. Ucapan salam dengan selamat pagi. PL ada tambah beri laporan ke panitia kredit ada yang tidak ditanyakan kepada anggota tetapi dilaporkan kepada panitia kredit. wawancara harus menggali informasi sebanyak-banyaknya. Sudah diusahakan sebelumnya. Apa yang terjadi dengan usaha ayam? Mengapa bisa pinjam padahal sebelumnya pernah pinjam Rp5 juta. Apakah sudah ada bisnis plan-nya berapa costnya, berapa pendapatan dan berapa keuntungan. Kita bisa wawancara orang lain, pemerintah dll untuk mengetahui kepribadian/perilaku. Bagaimana bayar setiap bulan sementara hasil yang baru panen 3-4 bulan. Materi wawancara: Informasi dasar, analisa bisnis (pasar, persaingan, produk/layanan, strategi pemasaran dan penjulan, operasi, keuangan, keterampilan dan dukngan yang diperlukan.
8.TIPS-TIPS WAWANCARA:
1.Jadilah rapi dan sopan dengan menggunakan kartu nama.
2.Memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan.
3.Jadilah menarik dan membuat dokumentasi.
4.Ucapkan terima kasih setelah wawancara.
9.BIS : Maumere. (sharing Mr. Charlie tentang pengembangan BIS di Maumere)
a.Tujuan: usaha kecil dan tantangan, intervensi (jalan seimbang antara kopdit dengan pendapatan anggota). 1 anggota berapa ha kakao, nelayan, usaha kios, bengkel, (menghitung harga-harga pasar, akses pasar), sudah tahu dan apa yang mau lakukan).
b.Buat inventaris produk-produk anggota.
c.Buat pameran produk anggota.
10.Bagaimana kita bisa membantu usaha anggota sementara kita tidak pernah berbisnis? Dari 25 orang peserta Pelatihan BIS hanya 2 orang yang sudah ada bisnis. Mengapa kita tidak melakukan bisnis.
11.BIS: Tujuan : wirausaha vs karyawan (karyawan sudah ada system sendiri, sementara wirausaha membentuk sistim sendiri, karyawan menunggu uang setiap bulan, wirausaha tunggu uang setiap hari), mindset wirausaha sukses (percaya diri, berorientasi pada prestasi, berani mengambil resiko, berjiwa independen, kreatif dan inovatif, ulet dan tekun), informasi untuk memulai usaha baru (artikel surat kabar, kursus dan lokakarya, biografi pebisnis sukses, buku2) dan faktor kunci keberhasilan (memahami karakter pribadi sendiri, memahami motivasi diri = apa yang mendorong saya untuk berbisnis, bisnis = melayani, membagi kasih, memahami bakat dan kemampuan serta pengalaman, lihat karakter bidang usaha yang akan anda masuki, lihat apakah menyukai usaha dimaksud dan apakah mampu menjalankannya, aspek permodaland an pengelolaan keuangan: mengapa tidak buka usaha tidak ada modal tetapi untuk pesta (1 x saja) Rp15 juta ), menghadapi persaingan, memiliki mentor sebagai penasihat (5 D): Dream (wirausaha sukses memiliki impian dan visi yang jelas tentang masa depan bisnisnya, tulislah impian bisnis dan ditempel pada dinding rumah), Deciveness (wirausaha sukses memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan untuk memulai usaha), Doers (mulai melakukan tidak hanya berbicara: Nato, No action, talk only), Determination (melaksanakan kegiatan bisnis dengan perhatian dan tidak mudah menyerah meski ada banyak tantangan), Dedication (wirausaha memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan dan bisnisnya). Tantangan Usaha Kecil: kurangnya kelompok yang terorganisir secara solid, kurangnya industry-pabrik, metode pertanian tradisional, kurangnya fasilitas irigasi, simbol kekayaan: belis, pesta dan darurat, kurangnya ketrampilan manajemen: vaksinasi, makanan dll, sulit akses pasar, kurangnya ketrampilan jaringan, kurangnya ketrampilan manajemen bisnis dan kurangnya modal.
12.Tugas Pribadi: Menulis apa yang dilakukan setiap hari di kopdit, di rumah, di masyarakat dan di gereja. Mengapa kita sibuk dengan rutinitas setiap hari! Siapa yang menulis pekerjaan 1 lembar kertas muka belakang? Tidak ada. Lalu mengapa kita tidak memulai usaha? Apa motivasi kita melakukannya?
13.Charlie Ventura email: venture_charlie@yahoo.com. Tugas pribadi: bagi kertas lalu masing-masing orang menulis nama lengkap lalu over ke kiri, orang yang dikiri melihat nama lalu menulis hal yang positif setelah tiba pada nama sendiri (stop).
14.Pemutaran video: Kasih.
SELASA, 27 MARET 2012
Charlie membuka presentasi dengan bermain komunikasi menggunakan gerak bukan kata-kata.
1.Apa yang kita bicarakan pada hari pertama. Orientasi dan Mata Pencaharian Anggota (masyarakat).
2.Charlie, sharing tentang pelatihan pakan ternak babi di Maumere. Berbisnis tidak harus buat yang besar-besar tetapi kita membantu usaha anggota untuk menjadi besar.
3.Bagaimana persiapan: wawancara dengan anggota, pengurus, manajemen dan wakil pemerintah (kades, lurah). Apa yang bisa kita bantu untuk kopdit.
4.Program BIS Tahun II. Analisa data program anggota kopdit/per kopdit.
a.Pelatihan bibit jagung.
b.Kios: pembukuan.
c.Pelatihan ayam buras (penetasan, pakan ayam).
5.Pelatihan biasanya dilakukan oleh pemerintah dan satu kelompok dari kopdit. Masing-masing pengurus dan manajemen perlu ada rencana strategis dan berapa prosentase yang sudah terjadi untuk usaha kopdit.
6.Peserta dibagi cerita sukses yang dilakukan oleh kopdit-kodit di Maumere. Masing-masing kelompok membuat karakter sesuai cerita sukses bersangkutan:
KELOMPOK MONYET KELOMPOK KUCING KELOMPOK HARIMAU
Motivasi: membangun ekonomi keluarga, berinvestasi. Modal, kemauan, semangat, kemampuan, ulet, kepercayaan, peluang, solidaritas,komitmen, keberanian, potensi, hemat, sukses, lokasi dan kemandirian.Motivasi: hidup lebih baik. Kemauan, tekun, potensi, berani mengambil resiko, spiritualitas, disiplin, komitmen, kepercayaan, fokus, peluang, iklim. Motivasi: suami meninggal, menghidupi anak-anak. Cermat menentukan jenis usaha, berani, kerja keras, komitmen, tanggungjawab, tertib, hemat, tekun, berpikir positif, doa.
Dari beberapa karakter mereka itu, bagaimana dengan karakter kita. Apabila kita belum ada karakter seperti yang tergambar di atas maka sebaiknya tidak mulai usaha dulu. Banyak kredit macet karena tidak mendalam survey karakter anggota, tanya tetangga termasuk orang yang kurang baik hubungan dengan calon pemnjam kita.
7.Manajemen Bisnis. Tujuan: mengapa bisnis anggota gagal? Tujuan pinjaman sebelumnya dibelokkan ke tujuan lain seperti pinjam untuk usaha kios namun kios belum ada, belum ada peluang pasar usaha anggota, sudah ada 10 kios mengapa kopdit setuju (approve) pinjaman untuk usaha bersama, bisnis (usaha) masih dilihat sebagai pekerjaan sampingan, kurang tekun dan masih bergantung pada kondisi alam yang begitu murah kepada kita, belum ada perencanaan bisnis, kurang ada impian yang jelas. Bisnis yang sukses: motivasi (bukan hanya uang), ide (produk dan pasar yang jelas), sumber daya (dana dan peralatannya) , (ketrampilan dan pengatahuan ), ada perencanaaan dan pengelolaan. Gagal: karakter kewirausahaan rendah, kurangnya kesiapan mental, analisis pasar kurang memadai.
8.Memperkenalkan Mother Teresa dan Barack Obama. Masing-masing orang menjawab, mengapa seluruh dunia tahu dan kenal kedua tokoh di atas. Banyak orang bukan skill tetapi attitude (kepribadian): setelah menulis lalu ganti dengan attitude dan skills.
AttitudeSkills
Kebenaran, pelayanan, keberanian, cinta kasih, peduli, cinta, berwibawa, karismatik, kerja keras, dedikasi, kasih, tekun, penolong, semangat, pelayan sejati, ketulusan, bijaksana, pelayan, tanggungjawab, pelayan kepada orang kecil, rendah hati, murah hati, pengorbanan, kelembutan, tegar, bijaksana, pantang menyerah. Nasionalis, pintar, kamampuan, politik, cerdas.
RABU, 28 MARET 2012
1.Pukul 08.00 – 13.00 : wawancara di lapangan.
2.Pukul 13.00 – 16.00 : persiapan presentasi hasil wawancara dalam bentuk powerpoint.
3.Presentasi : Kelompok Kucing Kopdit Bahtera Ende, Kelompok Monyet Kopdit Serviam Ende dan Kelompok Harimau Kopdit Kapo Kunu Nangaba (bahannya, terlampir).
KAMIS, 29 MARET 2012
1.Review materi hari sebelumnya dengan cara bermain musik dan peserta diberi stik apabila music berhenti maka orang yang memegang stik memberikan kesan dan pesan materi sebelumnya.
2.Review membuat presesntasi:
a.Apa yang saya ingin orang-orang lakukan setelah presentasi.
b.Apa yang ingin saya tampilkan dalam presentasi.
c.Apa yang mereka harapkan dari saya? Apa keuntungan mereka harus mendengarkan saya? Mengapa anggota datang ke pelatihan kita?
d.Bagaimana mereka ingin diperlakukan?
e.Apa yang mereka bisa lakukan untuk saya?
f.Bagaimana cara menata/membuat presentasi:
Buat timeline --- diatur dalam urutan, krnologis.
Klimaks – pokok2 penting disampaikan lebih ditekankan!
Problem –solution --- masalah disajikan, solusi yang sarankan dan manfaat (rekomendasi).
Klasifikasi --- item-item yang penting sekali pada poin pertama.
Kompleks – simple : kompleks untuk sederhana, sederhana untuk kompleks.
Bagan -- mengembangkan presentasi bervariasi (foto2, video dll)
Tujuan, poin2 utama, menyelesaikan.
Batasi data anda --- poin2 saja yang penting tidak semua materi masuk ke powerpoint menimbulkan rasa bosan.
Peserta lupa apa yang anda bicarakan = 50% per hari, 90% lupa dalam 2 minggu, maka kita harus buat peserta ingat 10% maka perlu lakukan praktek.
3.Setiap pelatihan : hendaknya dilakukan wawancara, analisa data dan lakukan pelatihan.
4.Analisa Hasil Wawancara: (dalam bentuk powerpoint, hasilnya tidak ditampilkan di sini)
Read more...
Kamis, 29 Maret 2012
Praktek Wawancara Calon Fasilitator BIS
Oleh Kosmas Lawa BaghoSesuai rencana dan jadual pelatihan BIS adalah hari ketiga melakukan praktek wawancara pada tempat praktek yakni tiga kopdit yang telah dihubungi menjadi uji coba wawancara para peserta pelatihan calon fasilitator BIS (Business Information System). Ke-23 peserta pelatihan dibagi dalam tiga kelompok yakni Kelompok Kucing (7 orang) melakukan praktek di Kopdit Bahtera Ende dengan pendamping Bapak Charlie Venture, Kelompok Monyet (8 orang) melakukan praktek di Kopdit Serviam Ende dengan pendamping Bapak Michelle Semwogerere dan Kelompok Harimau (8 orang) melakukan praktek di Kopdit Kapo Kunu –Nangaba dengan pendamping Bapak Morris Mungai dan Bapak Kosmas Lawa Bagho.
Wawancara dilakukan untuk tiga klasifikasi yakni wawancara kepada pemerintah setempat (Kepala Desa dan Lurah) wilayah koperasi kredit tempat praktek berada. Untuk Kopdit Kapo Kunu melakukan wawancara dengan Kepala Desa Rukuramba-Nangaba sementara Kopdit Serviam dan Kopdit Bahtera mewawancarai Lurah Paupire Ende. Selain itu, peserta juga mewawancarai pengurus dan manajemen koeprasi kredit masing-masing serta lima orang anggota dengan jenis usaha berbeda.
Para peserta sungguh bersemangat mempersiapkan diri untuk terjun langsung ke lapangan melakukan praktek wawancara meski sesungguhnya di koperasi kredit masing-masing, mereka senantiasa berhadapan dengan anggota. Walaupun demikian praktek wawancara untuk mengetahui apa mata pencaharian anggota sehingga kopdit mampu melakukan asistensi, ini menjadi momen menarik tersendiri. Hal ini ditandai dengan antusiasme peserta sudah pagi-pagi menunggu koordinasi para pembimbing untuk melakukan praktek lapangan.
Wawancara bagi pemerintah desa atau kelurahan memiliki fokus pada profil wilayah, potensi desa atau kelurahan, demografi, geografi serta apa yang telah dilakukan dengan strategi peningkatan atau pengembangan ekonomi masyarakat. Hasil wawancara kelompok pemerintah mengakui bahwa pemerintah desa atau kelurahan memiliki database anggota hanya belum memfokuskan diri pada usaha-usaha masyarakat di daerahnya masing-masing namun sudah ada kegiatan pelatihan UBSP (Seruni) pernah mendapatkan prestasi tingkat nasional, pengelolaan makanan lokal (kripik pisang, kripik ubi dan stik jagung yang juga dipasarkan di Hero Swalayan Ende, tenun ikat (corak Ende-Lio) bekerjasama dengan Dinas Perindag Ende (khusus Kelurahan Paupire Ende) sementara Desa Rukuramba ada kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan meubler dan fermentasi minyak kelapa murni hanya belum konsisten pendampingannya.
Wawancara dengan pemerintah untuk mengetahui bagaimana Kopdit membangun jaringan dengan pemerintah setempat atau pemerintah melakukan kerjasama dengan koperasi kredit untuk menyatukan berbagai sumber daya demi memberdayakan masyarakat miskin. Melalui wawancara diperoleh hasil sementara bahwa keduanya belum membangun jaringan yang lebih intensif dan terarah. Walaupun demikian, ke depan tentu memiliki peluang besar untuk membangun jaringan kerjasama yang saling menguntungkan.
Wawancara pengurus dan manajemen koperasi kredit tempat praktek (Kopdit Bahtera Ende, Kopdit Serviam Ende dan Kopdit Kapo Kunu Nangaba) dengan pola sejarah berdirinya, visi dan misi, struktur organisasi, produk dan pelayanan, strategi pengembangan serta data-data pertumbuhan 3 tahun terakhir, jumlah anggota berdasarkan pekerjaan dan usaha, sistim dan prosedur pelayanan pinjaman, jejaringan serta kegiatan penguatan kapasitas fungsionaris dan anggota terutama peningkatan wirausaha anggota.
Disadari bahwa masing-masing koperasi kredit melaksanakan proses pengembangan kewirausahaan anggota belum terfokus dan hanya secara gradual karena kesulitan fasilitator kewirausahaan yang andal serta tenaga/karyawan pendamping. Apalagi masing-masing koperasi kredit melaksanakan pengembangan kewirausahaan anggota belum didukung dengan data base jenis-jenis usaha anggota secara optimal sehingga kesulitan dalam proses pendidikan atau pendampingannya. Koperasi kredit masih memfokuskan diri pada pengatahuan dan ketrampilan “dapur pelayanan” dalam arti administasi dan pelayanan keuangan anggota.
Benar apa yang disetir oleh Mr. Charlie Venture, bahwa fungsionaris (pengurus dan manajemen) masih berkutat secara memadai pada administrasi keuangan, pelayanan kredit dan penyelesaian kredit macet namun kurang perhatian pada peningkatan ataupun membangun jiwa kewirausahaan anggota meski harus disadari bahwa tanpa anggota, fungsionaris (terutama manajemen/karyawan) tidak mendapatkan pendapatan dari koperasi kredit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan lembaga keuangan koperasi kredit tentu tidak akan berkelanjutan. Harapan dan sentilan ini hendaknya menginsafkan para fungsionaris koperasi kredit tempat praktek dan koperasi kredit-koperasi dibawah payung Puskopdit Flores Mandiri atau koperasi kredit/CU sejagad.
Untuk wawancara dengan anggota pengusaha yang selama ini memanfaatkan pinjaman dari koperasi kredit untuk pengembangan usaha memfokuskan diri pada latarbelakang usaha, lokasi usaha, jenis usaha, modal usaha, karyawan usaha, arus kas usaha, perencanaan usaha, proses/strategi pemasaran, kendala yang dihadapi dan harapan-harapan pengembangan usaha.
Sampel usaha yang diwawancarai untuk Kopdit Serviam adalah usaha kios, warung makan, ternak ayam, ternak babi dan bengkel kayu dan kos-kosan., sedangkan Kopdit Kapo Kunu adalah usaha kakao, ternak ayam, batu merah, kios, tenun ikat dan Kopdit Bahtera adalah jahit, tambal ban, bengkel mobil dan warung dan kios.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa para pengusaha lokal belum secara serius mengembangkan usahanya atau menganggap usaha hanyalah sampingan sehingga ada kendala tidak total melaksanakan usaha yang sedang digelutinya. Ada beberapa usaha yang sejenis sehingga menimbulkan persaingan usaha yang sangat kompetitif bahkan saling merugikan dengan pinjaman dari lembaga yang sama adalah koperasi kredit. Kendala lain adalah kurangnya kompetensi para pelaku atau karyawannya yang dipekerjakan apalagi ada karyawan yang tidak loyal, kurangnya pendampingan usaha dari koperasi kredit misalnya pelatihan pembukuan, manajemen usaha serta monitoring melekat. Umumnya para pengusaha local yang adalah anggota koperasi kredit mengharapkan agar ada pelatihan khusus sesuai jenis usaha yang mereka geluti dan pendampingan intensif dari fungsionaris koperasi kredit termasuk membantu membuat proposal usaha, perencanaan usaha, arus kas serta pemasaran.
Para peserta sungguh bahagia karena mereka terjun langsung melakukan praktek lapangan untuk mengalami langsung situasi riil dan menerapkan pengatahuan dan ketrampilan yang diperoleh di dalam ruang pelatihan agar sekali kelak mereka mampu memberikan advis pengembangan usaha dan mereka sendiri secara pribadi dapat memulai dan meningkatkan usaha sesuai potensi pasar yang dimiliki di suatu daerah.
Profisiat. Semoga ilmu dan ketrampilan tidak cepat menguap dan mati karena tidak lagi mengimplementasikan secara sungguh-sungguh setelah pelatihan selesai. “Go forward Pengusaha Kopdit!”
Read more...
Rabu, 28 Maret 2012
Serba-Serbi Acara Pembuka Pelatihan BIS (Business Information System)
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Acara pembuka Pelatihan BIS (Business Information System) yang diadakan atas kerjasama Puskopdit Flores Mandiri dengan VSO Indonesia di Aula Pusdiklat Puskopdit Flores Mandiri tanggal 26 – 30 Maret 2012 diisi dengan sapaan selamat datang oleh Manajer Puskopdit Flores Mandiri, Drs. Mikhael H. Jawa, sambutan fasilitator; Charlie Venture, Advisor BIS, Voluntir berasal dari Philipina yang diperbantukan di Puskopdit Swadaya Utama-Maumere dan Morris Mungai, Voluntir dari Kenya yang diperbantukan di SMK Aeramo-Mbay.
Peserta yang direncanakan 25 orang namun yang hadir 23 orang yakni Kopdit Sangosay 3 orang, Kopdit Boawae 4 orang, Kopdit Sinar Harapan 1 orang, Kopdit Koptama 1 orang, Kopdit Bahtera 2 orang, Kopdit Sehati 2 orang, Kopdit Setiawan 2 orang, Kopdit Serviam 1 orang, Kopdit Sartika 2 orang dan Kopdit Gelaga 1 orang. Yang tidak hadir utusan dari Kopdit Handayani –Bajawa padahal sudah mendaftar. Panitia atau pelancar kegiatan pelatihan adalah Kosmas Lawa Bagho, Kepala Bidang SDM Puskopdit Flrores Mandiri dan Michelle Semwogerere, voluntir dari Uganda yang diperbantukan di Puskopdit Flores Mandiri.
Drs. Mikhael H. Jawa, Manajer Puskopdit Flores Mandiri dalam sapaan awal mengatakan bahwa terima kasih kepada VSO-Indonesia yang telah memberikan 2 tenga (ahli BIS) ditengah kesibukan untuk membagi ketrampilan tentang BIS kepada calon fasilitator BIS kopdit-kopdit peserta dalam payung Puskopdit Flores Mandiri. Pelatihan ini mengarahkan dan membantu anggota untuk pinjam usaha dan meminimalisir pinjaman hanya hal-hal konsumtif atau kesejahtraan. Selama ini pinjaman masih berbasis intuisi dan belum berbasis data. Kita bisa membuat proposal kecil untuk usaha anggota, katanya.
Lebih lanjut Mikhael mengatakan bahwa kompetensi petugas lapangan mampu melakukan wawancara atau komunikasi wawancara perlu ditingkatkan secara memadai. Pembelajaran kali ini teori dan praktek lapangan. Kerja dengan masyarakat --- kerja riil menyiapkan pakan ternak sampai musim kering. Setelah pelatihan: diharapkan peserta bisa membuat proposal usaha, perencanaan usaha. Praktek wawancara akan dilakukan pada 3 kopdit tempat praktek untuk 5 orang usaha berbeda yakni Kopdit Bahtera, Kopdit Serviam dan Kopdit Kapo Kunu.
Sementara itu Charlie Venture mengatakan bahwa memfasilitasi anggota buat proposal usaha. Kios misalnya kita intervensi pembukuan, analisa pinjaman untuk usaha kios namun banyak yang gagal. Bagaimana pendampingan, apa guna usaha, banyak yang gagal (kita analisis). Kita juga memperhatikan promosi dan pemasaran hasil usaha anggota. Kadang anggota memiliki hasil usaha yang bagus tetapi mereka sulit menemukan pasar untuk membeli produk yang telah anggota hasilkan. Promosi bisa dibuat melalui pameran bekerjasama dengan pemerintah setempat.
Pembicara terakhir adalah Morris Mungai. Beliau mengucapkan terima kasih untuk kepercayaan dan bisa hadir di sini diantara peserta calon fasilitator BIS. Kita coba melakukan teori terutama praktek penyimpanan pakan ternak sampai musin kering. Flores memiliki potensi ternak namun belum ada peningkatan kualitas dan produksi ternak. Kita coba praktekkan besok ( selama 1 hari).
Acara pembuka dilanjutkan dengan acara perkenalan serta penymapaian harapan maupun kekuatiran peserta dalam mengikuti seluruh proses pelatihan BIS sejak hari pertama hingga hari kelima. Untuk acara perkenalan menggunakan metode pemilihan gambar yang telah disediakan fasilitator yang dilakukan oleh peserta lalu peserta memperkenal diri; nama, asal kopdit dan jabatan di kopdit yang diiringi dengan musik. Acara perkenalan berlangsung dalam suasana santai, rileks dan bahkan penuh tawa yang semakin mengakrabkan peserta yang satu dengan yang lain. Peserta tidak merasa canggung satu sama lain maupun terhadap fasilitator.
Harapan peserta terhadap pelatihan adalah bisa mengetahui potensi ekonomi anggota, bisa menerangkan sistim bisnis kepada anggota, bisa mendampingi anggota sebelum dan sesudah pinjaman, bisa menjadi fasilitator yang baik untuk menyampaikan ilmu dan ketrampilan BIS kepada anggota agar dapat diaplikasikan dengan baik, bisa merubah pola pikir yang lebih bermutu guna meningkatkan usaha-usaha anggota.
Menjadi fasilitator dengan pengalaman praksis, mampu meningkatkan nilai kemandirian anggota dalam berwirausaha, meningkatkan keterampilan peserta dalam mendampingi anggota, dapat mengaplikasikan ilmu bisnis kepada anggota, materi yang disajikan hendaknya lebih praktis sesuai kondisi riil anggota, menambah pengalaman tentang bisnis, bisa membantu anggota melahirkan bisnis atau usaha, mampu dan terampil membuat proposal usaha dan perencanaan bisnis pribadi maupun anggota, membuka cakrawala untuk membangun usaha anggota serta mampu mencari dan menyeleksi usaha anggota sesuai kebutuhan pasar.
Sementara kekuatiran peserta antara lain: materi yang diperoleh tidak sesuai kebutuhan riil anggota, tidak mampu menyerap materi BIS dalam alokasi waktu yang singkat, tidak mampu menjadi fasilitator BIS yang andal dalam mendampingi usaha anggota, belum mampu membuat proposal usaha dan perencanaan bisnis sampai pelatihan selesai, kurang mampu mendampingi usaha anggota dan usaha anggota gagal, tidak mampu mempromosi dan memasarkan hasil produk anggota, tidak mampu memahami BIS dan tidak mampu menerapkan hasil pelatihan kepada anggota.
Tujuan pelatihan dikatakan Charlie adalah peserta bisa melakukan pelatihan matapencaharian anggota (mendampingi matapencaharian anggota, melakukan wawancara matapencaharian anggota sebelum dan sesudah melepaskan pinjaman, melakukan monitoring dan evaluasi pemanfaat pinjaman sesuai kontrak, fasilitator harus tahu berapa prosentase keuangan yang dimanfaatkan sesuai tujuan pinjaman anggota yang dicantumkan pada surat perjanjian pinjaman terutama pinjaman untuk tujuan produktif), manajemen bisnis (bagaimana peserta setelah pelatihan mampu mengadvis anggota sebab kadang pembimbing kurang advis manajemen usaha atau bisnis anggota. Misalnya pinjam untuk kios bagaimana untung dan ruginya?.
Di suatu tempat sudah ada pengusaha kios namun ada anggota kita ajukan lagi pinjaman untuk kios. Bagaimana kita memberi advis sebelum memberikan pinjaman?, promosi dan pemasaran (bagaimana kita membeli kue? Di toko atau kios orang lain. Ada anggota yang usaha kue kita tidak beli. Bagaimana kita membantu mempromosi dan pemasaran produk-produk anggota? Waktu RAT hendaknya ada pameran produk anggota agar membantu mempromosi dan memasarkan hasil produk anggota).
Selama lima hari, fasiltator dan peserta akan bergelut dengan matari secara berturut-turut sebagai berikut: Hari Pertama: Orientasi dan Mata Pencaharian, Hari Kedua: Praktek Lapangan dan Hasil, Hari Ketiga: Analisa Bisnis dan Penulisan Proposal, Hari Keempat: Promosi dan Pemasaran dan Hari Kelima: Fasilitator BIS yang Efektif.
Read more...
Selasa, 27 Maret 2012
Silase: Tehnis Pakan Ternak Diperuntukkan Hingga Lima Tahun
Oleh Kosmas Lawa BaghoHari kedua kegiatan Pelatihan BIS (Business Information System) sejak pukul 08.00-14.00 difasilitasi oleh Morris Mungai dengan fokus utama membuat Silase: Tehnis Pembuatan Pakan Ternak (Sapi dan Babi) yang bisa dipersiapkan bertahan hingga lima tahun kemudian.
Morris Mungai, membuka sesi hari ini dengan teori selama dua jam lalu dilanjutkan dengan praktek lapangan di sekitar lokasi pelatihan di Jalan Melati No. 1 Ende-Flores-Nusa Tenggara Timur. Morris mengajukan pertanyaan awal yang juga tidak kalah menggigit “Apakah Flores (Kabupaten Ende, Ngada dan Nagekeo) termasuk miskin? Ada beragam jawaban dari peserta pelatihan, yang kebanyakan menyatakan “ia”.
Sang fasilitator membalik cara berpikir peserta bahwa sesungguhnya Flores (Ende, Ngada dan Nagekeo) dari sisi potensi alam dan sumber daya alam tidak tergolong miskin. Jika dibandingkan dengan negeri Kenya, negeri asal saya, kata Morris, Flores memiliki bulan-bulan curah hujan yang lebih tinggi jika dalam keadaan normal, musim hujan di Flores mulai bulan Oktober hingga bulan April tahun berikutnya, berarti kurang lebih 7 bulan sementara di Kenya, mulai bulan April-Juni dan bulan Oktober berarti hanya 4 bulan.
Apalagi daerah Flores memilki sumber daya antara lain: sawah padi, tanah subur, jumlah penduduk besar, hutan luas dan curah hujan tinggi, memiliki berbagai jenis rumput-rumputan, jenis-jenis ikan laut dan air tawar, jenis-jenis ternak, pasir, batu, budaya yang kuat dll. Kalau demikian, apakah Flores masih dikatakan daerah miskin?? Kata Morris retoris.
Masyarakat Flores bukan orang miskin hanya orang belum meningkatkan produktivitas sesuai potensi yang dimiliki. Orang melakukan sesuatu belum berorientasi bisnis, hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sendiri dengan tehnis yang masih tradisional. Misalnya memelihara babi biasanya orang memelihara hanya 1-2 ekor dengan tehnis yang tradisional yakni memberikan jenis makanan dari batang pisang yang kadar airnya sampai 90% dicampur dengan dedak yang adalah hasil limbah dari penggilingan padi. Berbagai makanan tersebut tidak memiliki kadar protein sedikitpun padahal babi membutuhkan 18-20% protein setiap kali makan. Kalau demikian bagaimana babi bisa bertumbuh dan berkembang dalam durasi waktu 4-5 bulan untuk dijual dengan harga yang bersaing? Belum lagi ditambah babi hanya diikat bagaikan anak-anak kecil bermain gasing sehingga setelah makan, babi tersebut melakukan olahraga gasing mengelilingi ikatan.
Untuk itu, para fasilitator BIS hendaknya melakukan intervensi bagi masyarakat atau anggota koperasi kredit agar melakukan pemeliharaan ternak secara professional dengan berorientasi bisnis. Fasilitator bisnis memberikan advis baik persiapan terutama penyediaan pakan ternak dengan tehnis yang tepat guna yang bisa meningkatkan produktivitas ternak yang bisa memberikan pendapatan tambahan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pribadi dan kelompok dan meminimalisir kredit macet di lembaga keuangan koperasi kredit.
Ada banyak tehnis pembuatannya namun kali ini, memfokuskan diri pada “Silase”. Silase ini dibuat untuk pakan ternah sapi dan babi yang sekali buat, penyiapan persediaan makanan hingga lima tahun kemudian.
Silase adalah produk fermentasi terkontrol pakan hijau mempertahankan kadar air tinggi yaitu 60-70 %.Silase terdiri dari hijauan hijau diawetkan dengan fermentasi dalam silo untuk digunakan sebagai pakan ternak selama periode kelangkaan pakan pada musim keramau. Proses pembuatan silase disebut ensiling. Bahan ini biasanya disimpan dalam lubang di bawah kondisi anaerobik.
Proses ensilase terjadi dalam kondisi tanpa oksigen (anaerob), bakteri yang bekerja dalam memproduksi asam laktat adalah bakteri anaerob. Kualitas dan nilai nutrisi silase dipengaruhi sejumlah faktor seperti spesies tanaman yang dibuat silase, fase pertumbuhan dan kandungan bahan kering saat panen, mikroorganisme yang terlibat dalam proses dan penggunaan bahan tambahan (additive).
Tujuan membuat Silase yakni untuk membangun cadangan untuk pemanfaatan pakan selama periode kekurangan pakan, misalnya musim kemarau atau musim dingin. Sebagai suplemen pakan rutin untuk meningkatkan produktivitas ternak. Untuk memanfaatkan pertumbuhan lebih dari padang rumput untuk manajemen yang lebih baik.
Bahan-bahan untuk membuat Silase antara lain tanaman pakan ternak non-leguminosa DENGAN karbohidrat tinggi, seperti jagung, gandum, sorgum, millet mutiara, dan rumput yang dibudidayakan yang paling cocok untuk ensiling. Bahan itu bisa berupa rumput, kacang polong, tanaman pakan ternak (misalnya sorgum, jagung), sisa tanaman atau produk.
Cara membuat Silase adalah:
a. Silase di dalam plastik.
b. Silase di dalam Drum/ Tong.
c. Silase di dalam Silo/ Lubang.
d. Silase di atas tanah.
Prosedur membuat Silase adalah :
a. Cincang rumput-rumputan dengan panjang 5 cm.
b. Timbang bahan untuk mengetahui berapa kg silase dibutuhkan ternak dalam jangka waktu tertentu (juga dilihat dari aspek bisnis).
c. Isi dialam silo dan diinjak sampai padat agar udara tidak masuk.
d. Tutup pakai plastik dan tanah.
Apabila sudah ditutup dengan plastik atau tanah menunggu sampai jangka waktu 1-2 minggu baru dibuka sedikit demi sedikit dari ujung untuk diberikan kepada ternak dengan ukuran 2 kg setiap kali beri makan. Setelah mengambilnya, harus ditutup kembali. Apabila sudah membuka begini, silase hanya bertahan hingga 1 bulan kemudian namun apabila tidak pernah dibuka bisa bertahan hingga lima tahun kemudian. Untuk itu, bisa disiasti bahwa pada musim hujan, membuat silase beberapa tempat sehingga bisa dipersiapkan untuk musim kering sebab ternak tidak mau makan rumput-rumputan kering. Silase bisa mempertahakan kehijauan.
Selamat mencoba, semoga sukses membantu pengembangan bisnis ternak yang andal dan sukses!
Read more...
Tips Sukses Menjadi Wirausahawan Muda
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Tanggal 26-30 Maret 2012, Puskopdit Flores Mandiri kerja sama dengan VSO-Indonesia menyelenggarakan Pelatihan BIS (Business Information System) yang difasilitasi oleh Charlie Venture dibantu oleh Morris Mungai, keduanya sama-sama tenaga voluntir. Charlie, advisor BIS yang diperbantukan di Puskopdit Swadaya Maumere sedangkan Morris diperbantukan di lembaga pendidikan SMK Nagekeo di Mbay.
Selama kurang lebih lima hari, mereka memfasilitasi dengan metode teori dan praktek lapangan disertai metode diskusi yang tentu tidak membosankan peserta. Peserta yang dilibatkan adalah para calon fasilitator BIS yang dipersiapkan secara khusus agar mereka mampu membantu anggota koperasi kredit mulai melakukan wirausaha, mampu membuat proposal usaha dan perencanaan bisnis baik pribadi maupun kelompok.
Kegiatan pelatihan ini akan ditulis berseri setiap hari untuk memberikan gambaran lengkap kepada pembaca atau aktivis koperasi kredit yang tidak mengikuti secara langsung namun penting untuk meningkatkan atau membangkit jiwa wirausaha dalam diri pribadi maupun kelompok terutama koperasi kredit dengan harapan bisa meminimalisir kredit macet di dalam gerakan koperasi kredit.
Charlie Venture membuka session ini dengan pertanyaan menggelitik para peserta. Peserta pelatihan ada 25 orang dan berapa yang memiliki usaha. Dari 25 peserta yang ikut pelatihan hanya 2 orang yang sudah mulai melakukan usaha sendiri. Pertanyaan lebih jauh dari Charlie untuk menggugat jiwa wirausaha para peserta pelatihan, “Bagaimana kita bisa menjadi fasilitator BIS jika kita sendiri tidak memiliki usaha?”
Untuk berwirausaha biasanya kesulitan pada awal memulainya. Orang menjadi sulit untuk memulai usaha karena cara berpikir. Ada yang berpikir positif dan ada yang berpikir negatif. Ciri-ciri orang berpikir negatif adalah tidak menarik, tidak laku, mutu jelek, gagal dan rugi sementara cirri-ciri orang berpikir positif adalah produk menarik, kualitas istimewa, pembeli puas, sukses dan untung. Cara berpikir akan menentukan untuk memulai usaha dan bertekun untuk terus mengembangkannya.
Untuk menjadi wirausahawan muda sukses perlu menerapkan 5 D secara konsisten yakni: Dream (wirausaha sukses memiliki impian dan visi yang jelas tentang masa depan bisnisnya, tulislah impian bisnis dan ditempel pada dinding rumah), Deciveness (wirausaha sukses memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan untuk memulai usaha), Doers (mulai melakukan tidak hanya berbicara: Nato, No action, talk only), Determination (melaksanakan kegiatan bisnis dengan perhatian dan tidak mudah menyerah meski ada banyak tantangan), Dedication (wirausaha memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan dan bisnisnya).
Walaupun demikian ada tantangan atau kesulitan untuk mengembangkan usaha sukses khusus secara local di Flores (Kabupaten Ende, Ngada dan Nagekeo) antara lain: kurangnya kelompok yang terorganisir dengan solid, kurangnya standar hadiah bagi yang wiraushawan sukses, kurangnya industri manufaktur (pabrik), metode pertanian tradisional hanya untuk makan minum setiap hari belum berorientasi bisnis, kurangnya fasilitas irigasi, masih mengutamakan simbol kekayaan (belis, pesta, darurat), kurangnya ketrampilan menajemen, sulit akses ke pasar, kurangnya ketrampilan jaringan, kurangnya keterampilan manajemen bisnis dan kurangnya modal.
Untuk mengatasi kesulitan atau tantangan agar kita segera memulai usaha atau mengembangkan usaha kearah yang lebih sukses yaitu mencari peluang usaha dengan cara: membaca artikel usaha di majalah atau surat kabar, mengikuti kursus atau lokakarya tentang usaha, membaca bigrafi atau kisah sukses para pengusaha pilihan, ngobrol atau observasi dengan pelaku usaha (belajar kesuksesan dan kegagalan), penelitian sederhana, mengenali pribadi anda sebagai wiraushawan baru (memahami karakter pribadi, memahami motivasi diri, memahami bakat dan kemampuan diri serta memahami pengalaman hidup pribadi), melakukan penentuan jenis usaha secara cermat (lihat karakter usaha yang akan dimasuki, lihat apakah anda menyukai bisnis dimaksud, lihat kemampuan apakah anda mampu menjalan usaha dimaksud) dan mengusai aspek teknis dalam membuka usaha (permodalan dan pengelolaan keuangan, memiliki mentor sebagai penasihat atau konsultan usaha).
Selamat mencoba, semoga anda mampu menjadi wirausahawan muda, dengan demikian bisa membantu membangkitkan jiwa wirausaha orang lain atau anggota koperasi kredit.
Read more...