Oleh Kosmas Lawa Bagho, S. Fil; M.M
Kabid. Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Setiap manusia pasti pernah merasa khawatir. Dalam seluruh kiprah perjuangan hidupnya, setiap anak manusia tentunya merasa cemas dan khawatir untuk masa depan hidupnya. Apalagi di tengah dunia yang semakin kompetitif, di tengah medan laga yang semakin sempit untuk berekspresi secara santai dan ceria. Setiap orang sibuk dengan urusan pribadi, sibuk dengan segala perjuangan atau usaha untuk mendapatkan lebih banyak uang atau pun harta. Dalam arus pengejaran uang atau harta yang semakin kuat tersebut, muncullah rasa cemas dan rasa khawatir.
Selasa, 13 Desember 2016
Selasa, 29 November 2016
Mengapa Primer Begitu "Taat" Kepada Sekunder!
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S. Fil; M.M
Kabid. Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Malang
"Mengapa primer begitu taat kepada sekunder dalam hal ini Puskopdit Flores Mandiri" demikian pertanyaan hampir sebagian besar peserta temu dialog dari Puskopdit Bekatigade Timor.
Pertanyaan bisa muncul lantaran rombongan begitu heran dan terkesima ketika berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh Puskopdit Flores Mandiri hampir setiap bulan dengan jangka waktu cukup panjang bahkan ada 60 hari dan 40 hari dengan kontribusi biaya yang tidak kecil, koq primer begitu taat menjalaninya.
Kabid. Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Malang
"Mengapa primer begitu taat kepada sekunder dalam hal ini Puskopdit Flores Mandiri" demikian pertanyaan hampir sebagian besar peserta temu dialog dari Puskopdit Bekatigade Timor.
Pertanyaan bisa muncul lantaran rombongan begitu heran dan terkesima ketika berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh Puskopdit Flores Mandiri hampir setiap bulan dengan jangka waktu cukup panjang bahkan ada 60 hari dan 40 hari dengan kontribusi biaya yang tidak kecil, koq primer begitu taat menjalaninya.
Senin, 28 November 2016
Perjumpaan Dua Puskopdit Beda Pulau, Mencari Srategi Pengembangan Kopdit yang Efektif
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S.Fil; M.M
Kabid. Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Setiap tahap jejak langkah, pasti sudah direncanakan. Ada yang mengaturnya. Manusia boleh merencakan tetapi tetap DIA yang memastikan ada perjumpaan atau pertemuan.
Perjumpaan itu terjadi pada tanggal 27-28 November 2016. Pengurus, pengawas dan manajemen Puskopdit Bekatigade Timor-Kupang yang berjumlah 10 orang melakukan perjumpaan atau temu dialog dengan pengurus dan manajemen Puskopdit Flores Mandiri yang berkedudukan di Ende di Hotel Flores Mandiri.
Kabid. Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Setiap tahap jejak langkah, pasti sudah direncanakan. Ada yang mengaturnya. Manusia boleh merencakan tetapi tetap DIA yang memastikan ada perjumpaan atau pertemuan.
Perjumpaan itu terjadi pada tanggal 27-28 November 2016. Pengurus, pengawas dan manajemen Puskopdit Bekatigade Timor-Kupang yang berjumlah 10 orang melakukan perjumpaan atau temu dialog dengan pengurus dan manajemen Puskopdit Flores Mandiri yang berkedudukan di Ende di Hotel Flores Mandiri.
Rabu, 23 November 2016
Cara Cegah "PAR" atau "NPL" Tinggi Dalam Koperasi Kredit
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S.Fil; M.M
Kabid. Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Bulan ini adalah bulan PAR bagi gerakan koperasi kredit dibawah payung Puskopdit Flores Mandiri. Gerakan memiliki komitmen yang tegas, transparan dan terukur untuk mengatasi berbagai PAR yang tinggi serta mencegahnya agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Gerakan membersihkan PAR merupakan suatu langkah cerdas dan cermat untuk menciptakan tata kelola keuangan yang profesional, aman dan nyaman bagi anggota yang telah menginvestasikan seluruh kekayaannya (harta) pada lembaga koperasi kredit.
Kabid. Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Bulan ini adalah bulan PAR bagi gerakan koperasi kredit dibawah payung Puskopdit Flores Mandiri. Gerakan memiliki komitmen yang tegas, transparan dan terukur untuk mengatasi berbagai PAR yang tinggi serta mencegahnya agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Gerakan membersihkan PAR merupakan suatu langkah cerdas dan cermat untuk menciptakan tata kelola keuangan yang profesional, aman dan nyaman bagi anggota yang telah menginvestasikan seluruh kekayaannya (harta) pada lembaga koperasi kredit.
Selasa, 22 November 2016
Lokakarya "Bersih dari Dapur" PAR Koperasi Kredit
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S.Fil; M.M
Kabid. Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Term lokakarya sudah tak asing bagi pebisnis atau pun lembaga keuangan di seantera nusantara termasuk dunia. Lokakarya merupakan momen untuk merefleksi serta mencari strategi solusi baru terhadap berbagai tantangan yang dialami. Lokakarya bisa dijalankan sesuai kebutuhan lembaga bersangkutan. Kita sangat kenal dengan "aksi-refleksi-aksi". Para manajemen lembaga keuangan berhenti sejenak dari rutinitas kegiatan keuangan yang padat setiap hari dan mau mengambil waktu secara cerdas melihat kembali berbagai output terutama outcome dari berbagai input dan tindakan yang telah dilakukan. Saat ini, para manajemen mengambil nafas baru untuk melakukan kerja-kerja yang lebih prestatif ke depannya. Demikian juga dengan para manajemen koperasi kredit sewilayah Puskopdit Flores Mandiri.
Kabid. Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Term lokakarya sudah tak asing bagi pebisnis atau pun lembaga keuangan di seantera nusantara termasuk dunia. Lokakarya merupakan momen untuk merefleksi serta mencari strategi solusi baru terhadap berbagai tantangan yang dialami. Lokakarya bisa dijalankan sesuai kebutuhan lembaga bersangkutan. Kita sangat kenal dengan "aksi-refleksi-aksi". Para manajemen lembaga keuangan berhenti sejenak dari rutinitas kegiatan keuangan yang padat setiap hari dan mau mengambil waktu secara cerdas melihat kembali berbagai output terutama outcome dari berbagai input dan tindakan yang telah dilakukan. Saat ini, para manajemen mengambil nafas baru untuk melakukan kerja-kerja yang lebih prestatif ke depannya. Demikian juga dengan para manajemen koperasi kredit sewilayah Puskopdit Flores Mandiri.
Selasa, 15 November 2016
PAR Bagi Koperasi Kredit
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S. Fil; M.M
Kabid. Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang
PAR adalah singkatan dari Portofolio at Risk. Lembaga keuangan apa pun sudah terasa kebiasaan mendengar kata yang satu ini. Tidak asing lagi. Termasuk lembaga pemberdayaan akar rumput koperasi kredit. Setiap lembaga bisnis yang bersentuhan dengan kredit kepada anggota atau nasabah tentu sangat familiar dengan portofolio at risk atau lebih dikenal dengan singkatan PAR.
Kabid. Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang
PAR adalah singkatan dari Portofolio at Risk. Lembaga keuangan apa pun sudah terasa kebiasaan mendengar kata yang satu ini. Tidak asing lagi. Termasuk lembaga pemberdayaan akar rumput koperasi kredit. Setiap lembaga bisnis yang bersentuhan dengan kredit kepada anggota atau nasabah tentu sangat familiar dengan portofolio at risk atau lebih dikenal dengan singkatan PAR.
Jumat, 11 November 2016
Koperasi Kredit Tidak Ilegal
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S.Fil; M.M
Kabid Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Nama koperasi kredit tidak secara tersurat masuk dalam UU Nomor 25 Tahun 1992. Nama koperasi kredit merupakan bagian dari koperasi simpan pinjam (KSP) sehingga tidak heran ada nama koperasi simpan pinjam pada koperasi kredit apabila mendapatkan badan hukum. Namun ada koperasi kredit yang tetap menggunakan nama koperasi kredit tanpa ditambah KSP di depannya dalam proses mendapatkan badan hukum. Koperasi kredit secara substantif tidaklah ilegal.
Kabid Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Alumnus Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Nama koperasi kredit tidak secara tersurat masuk dalam UU Nomor 25 Tahun 1992. Nama koperasi kredit merupakan bagian dari koperasi simpan pinjam (KSP) sehingga tidak heran ada nama koperasi simpan pinjam pada koperasi kredit apabila mendapatkan badan hukum. Namun ada koperasi kredit yang tetap menggunakan nama koperasi kredit tanpa ditambah KSP di depannya dalam proses mendapatkan badan hukum. Koperasi kredit secara substantif tidaklah ilegal.
Senin, 07 November 2016
Lima S Buat Pengelolaan Kantor Koperasi Kredit Indonesia
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S. Fil; M.M
Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Kabid Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Jepang sungguh terkenal dengan budaya kerjanya yang luar biasa. Mereka bekerja dengan disiplin, terus melakukan inovasi, kerja keras, kerja cerdas dan tuntas. Budaya kerja orang Jepang dengan istilah "kaizen". Prinsip kaizen mencapai lebih baik dengan bertumpu pada manusia. Manusia yang menggerakkan perubahan untuk menjadi lebih baik (Munaldus, Karlena, 2015:77).
Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Kabid Pendampingan Puskopdit Flores Mandiri
Jepang sungguh terkenal dengan budaya kerjanya yang luar biasa. Mereka bekerja dengan disiplin, terus melakukan inovasi, kerja keras, kerja cerdas dan tuntas. Budaya kerja orang Jepang dengan istilah "kaizen". Prinsip kaizen mencapai lebih baik dengan bertumpu pada manusia. Manusia yang menggerakkan perubahan untuk menjadi lebih baik (Munaldus, Karlena, 2015:77).Minggu, 23 Oktober 2016
Bolehkah Koperasi Kredit Bebas Pajak !
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Alumnus Mahasiswa Pascasarjana
Universitas Negeri Malang
Koperasi
kredit merupakan bagian dari koperasi simpan pinjam yang tersurat dalam UU
Koperasi Nomor 25 Tahun 1992. Nama koperasi kredit tidak dimuat secara jelas
dan transparan di dalam legalitas formal dimaksud. Dalam berbagai pertemuan
dengan pihak pemerintah senantiasa merujuk bahwa koperasi kredit sudah masuk
dalam koperasi simpan pinjam.
Senin, 29 Agustus 2016
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 16
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S. Fil, M.M
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
BAB
V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Merujuk pada paparan data,
temuan penelitian dan pembahasan, kesimpulan hasil penelitian berhubungan
dengan fokus penelitian adalah pengembangan koperasi dan partisipasi anggota
berbasis jati diri koperasi pada Koperasi Kredit Sangosay, Ngada, Nusa Tenggara
Timur (NTT).
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 15
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S.Fil. M.M
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
B.
Tantangan
Aktualisasi dan Solusi Pemecahannya
Koperasi Kredit Sangosay
berkomitmen dan konsisten mengaktualisasi jati diri koperasi (definisi, nilai
dan prinsip) dalam keseluruhan proses pengelolaan sejak awal pendirian, proses
badan hukum, pertumbuhan dan perkembangannya dengan meningkatkan partisipasi
anggota. Penghayatan dan pengamalan jati diri koperasi meningkatkan partisipasi
aktif anggota dalam menumbuhkembangkan Koperasi Kredit Sangosay sehingga
Koperasi Kredit Sangosay dapat bertumbuh, berkembang dan berkelanjutan hingga
saat ini berbasis jati diri koperasi.
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 14
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S.Fil, M.M
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
BAB
IV
PEMBAHASAN
Paparan data dan berbagai
temuan penelitian yang berhubungan dengan fokus penelitian dibutuhkan kajian
atau pembahasan mendalam. Fokus penelitian yang dirumuskan pada bab pendahuluan
yaitu pengembangan koperasi dan partisipasi anggota berbasiskan jati diri pada
Koperasi Kredit Sangosay, Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Kamis, 25 Agustus 2016
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 13
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
3. Partisipasi
Anggota
Organisasi Koperasi Kredit
Sangosay bisa maju dan berkembang apabila ada keterlibatan atau partisipasi
anggota seluruh komponen (pengurus, manajemen) dan terutama anggota sebagai
pemilik, pengguna dan pengendali. Partisipasi anggota koperasi menurut Ropke (2000) menyatakan ada tiga bentuk
partisipasi yang diwujudkan dalam memberikan kritik atau sumber daya, memberi
keputusan dan menyatakan haknya untuk keluar dari status keanggotaan.
Senin, 08 Agustus 2016
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 12
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S. Fil., M.M
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
1.
Pengembangan
Koperasi Kredit
a) Pertumbuhan
dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan koperasi kredit
haruslah direncanakan. Pengurus dan manejer tidak boleh puas dengan pertumbuhan dan perkembangan yang bergantung
pada “terjadi begitu saja”. Mereka
harus menetapkan sasaran pada bidang-bidang keanggotaan, modal sendiri dan
tabungan, pinjaman anggota, pendapatan dan aset atau kekayaan (Inkopdit, 2003: 139).
Kamis, 04 Agustus 2016
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 11
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S. Fil., M.M
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
c) Prinsip
Jati diri mencakup definisi, nilai dan prinsip
merupakan satu kesatuan terintegral dalam lembaga koperasi termasuk Koperasi
Kredit Sangosay. Definisi dan nilai telah dibahas sebelumnya. Belumlah lengkap
apabila tidak membahas prinsip koperasi. Prinsip-prinsip koperasi (Nirbito,
2007:5-7; Sutrisno, 2011:7-8) “melekat pada tangan dan kaki untuk
diaktualisasikan dalam bentuk perbuatan. Tanpa perbuatan, prinsip-prinsip
tersebut bagaikan tubuh tanpa roh sehingga pertumbuhan dan perkembangannya akan
stagnan, jalan di tempat”.
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 10
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S.Fil., M.M
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
b) Nilai
Kegiatan
koperasi senantiasa mendasarkan diri pada nilai-nilai seperti swadaya,
tanggungjawab, demokrasi, kebersamaan, keadilan, kejujuran, keterbukaan,
kesetiakawanan, tanggungjawab sosial dan kepedulian terhadap orang lain.
Nilai-nilai dimaksud melekat di hati. Lekatnya nilai-nilai di hati berarti
nilai-nilai itu merupakan kebutuhan dasar yang harus diaktualiasasikan.
Pengamalan yang kurang memedai maka koperasi tidak akan berkembang secara
berkelanjutan (Nirbito, 2007: 5-7: Sutrisno, 2011: 7-8).
Dalam sesi wawancara mendalam kesan pernyataan
di atas sungguh terasa dan nyata. Informan anggota “LA” pernah mengatakan:
Nilai koperasi itu sesuatu yang berharga. Nilai sebagai roh yang
menggerakkan orang atau anggota bisa saling membantu dalam wadah koperasi
kredit. Nilai-nilai koperasi sangat bermanfaat bagi kami anggota. Sebagai
anggota, nilai-nilai seperti solidaritas, kerjasama, kejujuran dan komitmen
sangat menguntungkan diri dan lembaga. Anggota melaksanakan hak dan kewajiban
secara baik serta menjaga Koperasi Kredit Sangosay berkelanjutan.
(W14/LA/18-03-2016/10.00-11.25)
Rabu, 03 Agustus 2016
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 9
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S.Fil., M.M
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
A.
Temuan
Penelitian
1.
Jati
Diri Koperasi
Berbicara
tentang jati diri koperasi seperti yang sudah diuraikan pada BAB I (Landasan Teori)
berarti membicarakan hal yang bersifat mendasar dan penting. Mendasar lantaran
jati diri koperasi merupakan kepribadian yang memberikan identitas dan dengan
identitas membedakan koperasi dengan yang lain. Penting karena dengan bertumpu
pada kepribadian yang dimilikinya, koperasi memiliki daya dan bukan kelemahan
untuk tumbuh dan berkembang (Nirbito, 2001:17).
Jumat, 29 Juli 2016
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 8
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S.Fil., M.M
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
BAB
III
PAPARAN
DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A.
Paparan
Data Penelitian
Paparan data akan menguraikan tentang
pendirian, proses badan hukum & tata aturan pelayanan serta produk pelayanan Koperasi Kredit Sangosay.
1. Pendirian
Koperasi Kredit Sangosay
Koperasi Kredit Sangosay,
Bajawa dibidani kelahirannya oleh Pimpinan Yayasan Persekolahan Katolik
Kabupaten Ngada (YASUKDA) sekitar tahun 1975. YASUKDA merupakan yayasan yang
bergerak pada bidang pendidikan dari tingkat TK (Taman Kanak-Kanak yang sekarang
lebih dikenal dengan PAUD atau KOBER) hingga Sekolah Lanjutan Atas (SLTA).
Jumat, 15 Juli 2016
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 7
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S. Fil., M.M
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
A.
Temuan
Penelitian
1.
Jati
Diri Koperasi
Berbicara
tentang jati diri koperasi seperti yang sudah diuraikan pada BAB I (Landasan Teori)
berarti membicarakan hal yang bersifat mendasar dan penting. Mendasar lantaran
jati diri koperasi merupakan kepribadian yang memberikan identitas dan dengan
identitas membedakan koperasi dengan yang lain. Penting karena dengan bertumpu
pada kepribadian yang dimilikinya, koperasi memiliki daya dan bukan kelemahan
untuk tumbuh dan berkembang (Nirbito, 2001:17).
Kamis, 14 Juli 2016
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 6
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S. Fil., M.M
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
BAB
III
PAPARAN
DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A.
Paparan
Data Penelitian
Paparan data akan menguraikan tentang
pendirian, proses badan hukum & tata aturan pelayanan serta produk pelayanan Koperasi Kredit Sangosay.
1. Pendirian
Koperasi Kredit Sangosay
Koperasi Kredit Sangosay,
Bajawa dibidani kelahirannya oleh Pimpinan Yayasan Persekolahan Katolik
Kabupaten Ngada (YASUKDA) sekitar tahun 1975. YASUKDA merupakan yayasan yang
bergerak pada bidang pendidikan dari tingkat TK (Taman Kanak-Kanak yang sekarang
lebih dikenal dengan PAUD atau KOBER) hingga Sekolah Lanjutan Atas (SLTA).
Senin, 11 Juli 2016
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 5
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
BAB
II
KAJIAN
PUSTAKA
A.
Pendekatan
dan Jenis Penelitian
Merujuk pada fokus persoalan
yang diteliti maka penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada Koperasi
Kredit Sangosay, Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Penelitian jenis ini
menggunakan analisis semata-mata untuk mengungkapkan suatu pertanda dan keadaan
sebagaimana adanya (Supardi, 2005: 27). Studi kasus menurut Creswell (2015:
137-138) memberikan ciri khas studi kasus yakni pertama, identifikasi kasus
untuk suatu studi. Kedua, kasus tersebut merupakan sebuah system yang terikat
oleh waktu dan tempat. Ketiga, studi kasus menggunakan berbagai sumber
informasi dalam pengumpulan datanya untuk memberikan gambaran secara terinci
dan mendalam tentang respon dari suatu peristiwa. Keempat, menggunakan
pendekatan studi kasus, peneliti akan menghabiskan waktu dalam menggambarkan
konteks untuk suatu kasus.
Minggu, 10 Juli 2016
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 4
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
D. Penelitian
Terdahulu
Dalam penelitian terdahulu
yang menjadi landasan penelitian ini adalah:
1. Byrne
dan McCarthy (2005). An Analysis of the
Credit Union’s Uses of Craig’s Commitment Building Measures, Journal of
Co-operative Studies. Kedua peneliti melihat utilitarian commitment, affective
commitment dan ideological commitment
dalam meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan anggota pada lembaga koperasi
kredit. Hasil penelitian keduanya menunjukkan bahwa variabel yang lebih
memperkuat dalam meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan anggota koperasi
kredit atau credit union adalah utilitarian yang berkaitan dengan
manfaat harga (suku bunga), produk (simpanan dan pinjaman) serta pelayanan
koperasi kredit seperti pendidikan, pelatihan dan asuransi (Daperma). Variabel affective commitment dan ideological commitment dirasakan masih
kurang dalam meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan anggota koperasi kredit.
Jumat, 08 Juli 2016
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 3
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
B. Fokus
Penelitian
Sebagaimana telah diuraikan dalam
penjelasan pada latar belakang maka fokus penelitian adalah bagaimanakah aktualisasi
jati diri dalam pengembangan koperasi dan peningkatan partisipasi anggota pada
Koperasi Kredit Sangosay, Ngada, NTT. Rumusan sub fokus dalam penelitian ini
sebagai berikut.
1.
Sub fokus 1: Bagaimanakah
pelaksanaan aktualisasi jati diri pada kalangan anggota koperasi?
2.
Sub fokus 2: Bagaimanakah masalah-masalah yang
dihadapi dan solusi dalam upaya aktualisai jati diri?
3.
Sub fokus 3: Bagaimanakah aktualisasi jati diri
memberdayakan anggota sebagai kekuatan utama dalam mengembangkan koperasi
kredit?
4.
Sub fokus 4: Bagaimanakah aktualisasi jati diri
memberdayakan anggota sebagai kekuatan utama meningkatkan citra dan
keberlanjutan koperasi?
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 2
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S. Fil., M.M
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Koperasi Kredit Sangosay
merupakan lembaga pengembangan holistik
dalam rangka mewujudkan transformasi sosial untuk membebaskan anggota
dan calon anggota dari kemiskinan, keputusasaan dan ketergantungan menuju
kualitas kehidupan yang mandiri, bermartabat, berdaulat dan berkesinambungan
berdasarkan jati diri koperasi masih terus berproses (Bamba, 2015: 182).
Mewujudkan pengembangan atau pemberdayaan holistik, Koperasi Kredit Sangosay
menerapkan program peningkatan kualitas partisipasi anggota melalui pendidikan
dan pelatihan termasuk promosi dan publikasi; pengembangan kelompok dan tempat
pelayanan; diversifikasi simpanan, pinjaman dan perlindungan: pengembangan
informasi teknologi (IT); kemitraan
(Lenga, 2011: 99).
Kamis, 07 Juli 2016
Aktualisasi Jati Diri Koperasi 1
Oleh Kosmas Lawa Bagho, S. Fil., M.M
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Catatan:
Kali ini, saya akan memposting secara berseri tulisan tesis untuk memenuhi persyaratan meraih gelar magister manajemen konsentrasi pemasaran. Terima kasih kepada Tuhan dan semua yang telah mendukung sehingga proses penyelesaian tulisan sesuai rencana. Saya sendiri sudah dinyatakan lulus dan boleh mengenakan gelar M.M pada tanggal 1 Juli 2016 dan akan dikukuhkan pada tanggal 3 September 2016 dalam sebuah acara wisuda. Tulisan ini masih banyak kekurangan sehingga diposting di dalam blog untuk mendapatkan saran, masukan dan kritik demi penyempurnaan penelitian dan tulisan pada masa yang akan datang dengan metode penelitian yang lain. Saya menggunakan metode penelitian kualitatif-studi kasus dan subjek penelitian di Koperasi Kredit Sangosay, Ngada, Flores, NTT. Judul tesis "Aktualisasi Jati Diri Dalam Pengembangan Koperasi dan Peningkatan Partisipasi Anggota (Studi Kasus pada Koperasi Kredit Sangosay, Ngada, Flores, NTT).
BAB I PENDAHULUAN
Alumni Mahasiswa S2 Manajemen
Universitas Negeri Malang
Catatan:
Kali ini, saya akan memposting secara berseri tulisan tesis untuk memenuhi persyaratan meraih gelar magister manajemen konsentrasi pemasaran. Terima kasih kepada Tuhan dan semua yang telah mendukung sehingga proses penyelesaian tulisan sesuai rencana. Saya sendiri sudah dinyatakan lulus dan boleh mengenakan gelar M.M pada tanggal 1 Juli 2016 dan akan dikukuhkan pada tanggal 3 September 2016 dalam sebuah acara wisuda. Tulisan ini masih banyak kekurangan sehingga diposting di dalam blog untuk mendapatkan saran, masukan dan kritik demi penyempurnaan penelitian dan tulisan pada masa yang akan datang dengan metode penelitian yang lain. Saya menggunakan metode penelitian kualitatif-studi kasus dan subjek penelitian di Koperasi Kredit Sangosay, Ngada, Flores, NTT. Judul tesis "Aktualisasi Jati Diri Dalam Pengembangan Koperasi dan Peningkatan Partisipasi Anggota (Studi Kasus pada Koperasi Kredit Sangosay, Ngada, Flores, NTT).
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Koperasi adalah organisasi ekonomi yang memiliki ciri berbeda dengan organisasi ekonomi lainnya.
Perbedaan terletak pada jatidiri koperasi yakni definisi, prinsip dan nilai
yang menjadi nilai etis tata pengelolaan koperasi. Ciri utama koperasi adalah
kerjasama dan partisipasi anggota dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan
bersama. Salah satu jenis koperasi adalah koperasi simpan pinjam atau koperasi
kredit. Koperasi kredit merupakan terjemahan dari kata bahasa Latin “credit union”. Credit Union berasal dari dua kata yaitu Credit dan Union. Credit
dalam bahasa Latin adalah credere
artinya saling percaya, sedangkan union (unio) berarti kumpulan. Jadi, Credit Union artinya kumpulan
orang-orang yang saling percaya (Munaldus., et
al, 2012: 3).
Minggu, 19 Juni 2016
Wawancara Informan Wirausaha Anggota 7
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Mahasiswa S2 Manajemen Universitas Negeri Malang
Mahasiswa S2 Manajemen Universitas Negeri Malang
TRANSKRIP WAWANCARA
Nomor
|
7
|
Hari/Tanggal
|
Selasa, 01 Maret 2016
|
Nama Informan
|
Rudolf A. Wogo/ RAW
|
Waktu
|
11.45 – 14.15 Wita
|
Jabatan
|
Anggota
|
Tempat
|
Kantor Kopdit Sangosay
|
Topik
|
1. Pengembangan
Kopdit
2. Pengembangan
Wirausaha Anggota
|
||
Hasil
wawancara antara peneliti (P) dengan Bapak Rudolf A. Wogo (RAW) sebagai
berikut:
P :
Terima kasih atas waktu dan kesediaannya untuk mendalami proses pengembangan
koperasi kredit Ibu dan pengembangan wirausaha anggota. Sejak kapan Bapak
menjadi anggota koperasi kredit? Mengapa Bapak mau menjadi anggota?
Wawancara Informan Wirausaha Anggota 6
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Mahasiswa S2 Manajemen Universitas Negeri Malang
Mahasiswa S2 Manajemen Universitas Negeri Malang
TRANSKRIP WAWANCARA
Nomor
|
6
|
Hari/Tanggal
|
Kamis, 18 Fenruari 2016
|
Nama Informan
|
Theresia Ngewi/TN
|
Waktu
|
11.00 – 13.00 Wita
|
Jabatan
|
Anggota
|
Tempat
|
Rumah Kediaman Anggota
|
Topik
|
1. Pengembangan
Kopdit
2. Pengembangan
Wirausaha Anggota
|
||
Hasil
wawancara antara peneliti (P) dengan Ibu Theresia Ngewi (TN) sebagai berikut:
P :
Terima kasih atas waktu dan kesediaannya untuk mendalami proses pengembangan
koperasi kredit Ibu dan pengembangan wirausaha anggota. Sejak kapan Ibu menjadi
anggota koperasi kredit? Mengapa Ibu mau menjadi anggota?
Wawancara Infroman Wirausaha Anggota 5
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Mahasiswa S2 Manajemen Universitas Negeri Malang
Mahasiswa S2 Manajemen Universitas Negeri Malang
TRANSKRIP WAWANCARA
Nomor
|
5
|
Hari/Tanggal
|
Jumat, 18 Maret 2016
|
Nama Informan
|
Fransiskus Xaverius Lai
(FXL)
|
Waktu
|
15.00 – 17.00 Wita
|
Jabatan
|
Manajer Cabang
|
Tempat
|
Kantor Kopdit Sangosay
|
Topik
|
1. Pengembangan
Kopdit
2. Pengembangan
Wirausaha Anggota
|
||
Hasil
wawancara antara peneliti (P) dengan Bapak Fransiskus Xaverius Lai (FXL)
sebagai berikut:
P :
Terima kasih atas waktu dan kesediaannya untuk mendalami proses pengembangan
koperasi kredit Bapak dan pengembangan wirausaha anggota. Kapan koperasi kredit
bapak dibentuk?
Wawancara Informan Wirausaha Anggota 4
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Mahasiswa S2 Manajemen Universitas Negeri Malang
Mahasiswa S2 Manajemen Universitas Negeri Malang
TRANSKRIP WAWANCARA
Nomor
|
4
|
Hari/Tanggal
|
Jumat, 01 April 2016
|
Nama Informan
|
Lodofikus Lenga/LL
|
Waktu
|
21.00 – 23.00 Wita
|
Jabatan
|
General Manajer
|
Tempat
|
Kantor Kopdit Sangosay
|
Topik
|
1. Pengembangan
Kopdit
2. Pengembangan
Wirausaha Anggota
|
||
Hasil
wawancara antara peneliti (P) dengan Bapak Lodofikus Lenga (LL) sebagai
berikut:
P :
Terima kasih kesediaannya meski di tengah kegiatan pak general manajer yang
super sibuk. Bahkan kini kita harus melakukan wawancara pukul 21.00 setelah pak
manajer melakukan rapat evaluasi dengan para manajer cabang dan kepala bidang.
Kita berdiskusi tentang proses pengembangan koperasi kredit Bapak dan
pengembangan wirausaha anggota. Kapan koperasi kredit bapak dibentuk?
Rabu, 15 Juni 2016
Wawancara Informan Wirausaha Anggota 3
Oleh Kosmas Lawa Bagho
Mahasiswa S2 Universitas Negeri Malang
Mahasiswa S2 Universitas Negeri Malang
TRANSKRIP WAWANCARA
|
Nomor
|
3
|
Hari/Tanggal
|
Rabu, 24 Februari 2016
|
|
Nama Informan
|
Thomas Dola Radho/TDR
|
Waktu
|
11.00 – 14.00 Wita
|
|
Jabatan
|
Penasihat
|
Tempat
|
Kantor Kopdit Sangosay
|
|
Topik
|
1. Pengembangan
Kopdit
2. Pengembangan
Wirausaha Anggota
|
||
Hasil
wawancara antara peneliti (P) dengan Bapak Thomas Dola Radho (TDR) sebagai
berikut:
P :
Terima kasih atas waktu dan kesediaannya untuk mendalami proses pengembangan
koperasi kredit Bapak dan pengembangan wirausaha anggota. Kapan koperasi kredit
bapak dibentuk?
